Menu

Suami Minta Istri Digauli Pria Lain lalu Direkam, Video Dijual ke Situs Porno, Uangnya Buat Baju Lebaran Anak di Solok Selatan

  Dibaca : 1210 kali
Suami Minta Istri Digauli Pria Lain lalu Direkam, Video Dijual ke Situs Porno, Uangnya Buat Baju Lebaran Anak di Solok Selatan
ilustrasi

SOLSEL, METRO–Jajaran Satreskrim Polres Solok Selatan menangkap seorang suami yang tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri. Mirisnya, penganiayaan itu dipicu lantaran istrinya tak berhasil membawa pulang rekaman video usai berhubungan intim dengan pria lain.

Parahnya lagi, suami berinisial AL itulah meminta dan memaksa istrinya Bunga (nama samaran red) melakukan hubungan terlarang dengan pria lain atas perintah sang suami berinisial AL. Rencananya, AL menggunakan rekaman video akan dijual ke situs porno untuk mendapatkan uang beli baju lebaran anaknya.

Namun, sayangnya ketika itu korban tak berhasil memenuhi permintaan suaminya untuk merekam adegan berhubungan intim dengan pria lain menggunakan handphone gara-gara suasananya gelap. Korban pun dianiaya lalu kemudian diajak oleh AL berhubungan badan dan merekamnya.

Kasat Reskrim Polres Solsel AKP Dwi Purwanto mengatakan, AL awalnya dilaporkan oleh istrinya atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). AL diduga sudah melakukan penganiayaan terhadap istrinya dan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penganiayaan tersebut dilakukan pelaku AL disebabkan Bunga tidak membawa video adegan persetubuhan dengan laki-laki lain. Jadi pelaku menyuruh istrinya berhubungan intim dengan laki-laki lain serta menyuruh merekam adegan tersebut. Karena istrinya ini tidak mendapatkan rekaman video maka pelaku menganiaya istrinya,” kata AKP Dwi, Minggu (13/6).

Dijelaskan AKP Dwi, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban dan pelaku, KDRT tersebut berawal pada tanggal 9 Mei 2021 sekira pukul 19.00 WIB, korban mengingatkan kepada pelaku kalau baju anak mereka belum dibeli, sedangkan Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi.

“Mendengar ucapan istrinya, pelaku langsung emosi dan mengatakan makanya kamu saya ajarkan, tetapi kamu tidak mau mengerjakan. Pergilah cari laki-laki lain dan buat video kamu bersama dia, jangan jadi orang bodoh juga kamu. Sambil marah pelaku menyuruh istrinya malam itu mencari laki-laki lain, dan mengancam mencampakkan istrinya jika tidak mendapatkan video hubungan tersebut,” jelas AKP Dwi

Lantaran dimarahi dan diancam akan dicampakkan, AKP Dwi menambahkan, korban pun menuruti perintah suaminya. Malam itu korban pergi ke daerah Padang Aro dan mencari seseorang untuk diajak berhubungan intim sesuai dengan perintah pelaku.

“Korban mendapatkan seseorang yang bersedia untuk melakukan hubungan intim disuatu tempat. Tetapi karena suasana gelap, korban tidak bisa merekam adegan berhubungan intim tersebut. Sekira pukul 04.00 WIB, korban pulang ke rumah,” ungkap AKP Dwi.

Setiba di rumah, AKP Dwi menuturkan, pelaku langsung menanyakan perihal rekaman video istrinya dengan pria lain tersebut. Korban berusaha menjelaskan rekaman video tak bisa diambil gara-gara suasana gelap. Mendengar penjelasan korban, pelaku pun langsung marah dan memukuli korban.

“Setelah melakukan penganiayaan, pada pagi harinya pelaku malah meminta korban untuk melakukan hubungan intim. Pelaku pun merekam sendiri adegan tersebut. Setelah berhubungan, pelaku tertidur. Korban kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk megadu ke mamak adat dan kepala Jorong setempat hingga akhirnya melapor ke Polres Solsel ,” jelas AKP Dwi.

Dikatakan AKP Dwi, menindaklanjuti laporan korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga pelaku diamankan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku video-video rekaman itu akan dijual ke situs porno dengan tujuan mendapatkan uang.

“Saat ini pelaku yang sudah berstatus tersangka, kita amankan di Mapolres dan penyidik sedang melengkapi berkas perkara. Atas perubuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, kasus KDRT itu saat ini sudah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Solok Selatan. ”KDRT itu informasinya dipicu karena pelaku tak mendapatkan rekaman video istrinya melakukan hubungan intim dengan pria lain sesuai perintah pelaku,” pungkasnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional