Menu

Suami Istri Kompak Merampok di Payakumbuh

  Dibaca : 1836 kali
Suami Istri Kompak Merampok di Payakumbuh
SPESIALIS PENCURIAN DI RUMAH KOS

Sepasang suami istri, yang tertangkap usai mencuri ratusan juta dari sejumlah korbannya, Selasa (1/12). Pelaku beraksi dengan modus pura-pura mencari rumah kontrakan.

PAYAKUMBUH, METRO–Jika kebanyakan pasangan suami istri (Pasutri) memimpikan rumah tangga yang sakinah, dengan bekal hidup halal, tak begitu dengan RN (33) – suami – dan SN (27), istrinya. Keduanya memilih jalan sebagai perampok. Tukang begal. Berdua, mereka kompak mencuri dari satu kota ke kota lainnya. Tapi, itu tak lama. Keduanya tertangkap polisi, dan Selasa (1/12), sudah meringkuk di sel tahanan Polres Payakumbuh.

Pasangan suami istri ini sudah beraksi belasan kali. Mereka maling tak sedikit. Ratusan juta uang dibawa lari. Mulai dari mata uang Rupiah, Ringgit hingga Dolar. Uang itu dipakai berfoya-foya. Jika habis, aksi kembali dilancarkan. Menjadi maling, menjadi pilihan hidup pasangan muda ini. Entahlah, keduanya mungkin lupa akan akad yang dibaca ketika menikah. Barangkali pula, kelakuan itu dilakoni karena tak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan, sementara hidup terus berjalan dan butuh biaya. Mau tak mau, jalan yang harus dilakukan adalah dengan mencuri.

Tindak kejahatan tersebut dilakukan tidak hanya di satu kota. Mereka berpindah. Dari satu kota ke kota lainnya. Mulai dari Bukittinggi, Padangpanjang, Batusangkar, Padang, dan berakhir di Payakumbuh. Mereka berpindah untuk menghilangkan jejak. Korbannya, telah banyak. Keduanya pun tak ingat berapa jumlahnya. ”Sudah terlalu banyak,” ungkap RN ketika diinterogasi polisi. Dia tidak hapal satu per satu.

RN dan SN bukan warga Sumbar. Mereka hijrah dari Jambi ke Kota Padang. Asli keduanya Jawa Tengah. Di Padang, keduanya berdomisili di Jalan Karet, Kecamatan Padang Barat. ”Di Padang mengontrak rumah. Sebelumnya tinggal di Jambi,” kata SN, yang wajahnya pucat sewaktu ditanyai petugas. Wajahnya merautkan kecemasan dan rasa sesal.

Keterangan keduanya, aksi yang dilakoni memiliki modus rapi. Tidak grasak-grusuk seperti maling kebanyakan. Untuk operasional ke berbagai daerah, mereka merental mobil. Orang yang diintai, adalah pemilik rumah kontarakan. Kepada calon korbannya, kedua pelaku menyebut sedang mencari kontrakan, sekaligus tawar-menawar harga. Sebagai istri, SN mengajak korbannya berbicara, tawar-tawar harga.

Hal itu dilakukan untuk mengalihkan fokus korban. Ketika berbincangan kian hangat, RN, sang suami masuk ke dalam rumah dan menggasak barang berharga. Ponsel disikat, laptop dibawa, uang dan emas juga dikuras. Jika ada yang melihat, keduanya juga tak segan bertindak brutal.

Kalau aksi mulus, SN lantas berpura-pura meminta waktu berpikir, dengan tawaran harga rumah kontrakan. Untuk meyakinkan korban, nomor handphone diminta. Mereka lalu kabur. “Setelah keduanya pergi, barulah pemilik rumah terkejut menyaksikan barang-barang berharganya sudah hilang,” ungkap Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani, Selasa siang.

Di Payakumbuh saja, telah tiga kali mereka beraksi. Aksi terakhir pekan lalu, dilakukan di kawasan Koto Nan Ampek, persisnya di depan Kantor DPRD, Jalan Sukarno Hatta, Payakumbuh. Meski berjalan mulus, tapi korban keburu dilaporkan ke polisi dan korbannya tahu wajah kedua pelaku yang rupanya bertstatus residivis dalam kasus yang sama, serta pernah mendekam di sel tahanan, wilayah Jambi. “Penangkapan dilakukan Kepala SPKT Ipda Rama Perwira,” lanjut Kapolres.

Dalam pencurian, RN dan SN menggasak uang tunai korbannya Rp30 juta. “Dua lokasi lainnya, terjadi di kawasan Nunang dan di Padang Tinggi, Koto Nan Ompek. Kami terus melakukan penyidikan terhadap pelaku serta total aksi mereka. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan petugas Polres wilayah lainnya. Diduga keduanya sudah lama menjalani aksi buruknya dan disinyalir sudah punya kaki-tangan kelompok pencurian,” terang Kapolres.

Di Luak Nan Tuo, pelaku meraup uang tunai korbannya ratusan juta rupiah termasuk mata uang Dolar Singapore. Selain di Batusangkar, RN dan SN bertutur, pernah pula beraksi di Bukittinggi dan di Padang.

”Kami menduga, ada lokasi lain. Nanti, akan dikembangkan di masing-masing Polres. Khusus dengan Polresta Padang, kami sudah koordinasi,” sebut Kapolres AKBP Yuliani.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti hasil kejahatan yang dilakukan pasutri ini. Mulai dari satu unit sepeda motor, perhiasan hingga pakaian yang dibeli menggunakan uang hasil pencurian. Kini, keduanya menjalani hidup baru di balik jeruji besi, buah dari kelakuan yang dijalani. Keduanya terancam hukuman Pasal 363 KUHP tentang Pencurian. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional