Menu

Suami Bunuh Istri, Setelah Mati lalu Dipeluk

  Dibaca : 1538 kali
Suami Bunuh Istri, Setelah Mati lalu Dipeluk
SERAHKAN SANTUNAN—Bupati Pasaman Benny Utama saat menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada istri almarhum dr. Haris Arja Eka Putra, SPpD.
Pembunuhan - pembantaian

ilustrasi

AGAM, METRO–Layaknya suami, Rian Fitria (24) mestinya jadi pelindung bagi istrinya, Dila Anisa (23). Namun kenyataannya, Rian malah membunuh sang istri dengan belasan tusukan. Setelah menikam orang yang seketiduran dengannya, Rian mencoba bunuh diri. Ketika ditemukan, keduanya sedang berpelukan di atas genangan darah. Keduanya sekarat. Anak mereka, yang berusia tujuh bulan, menangis keras. Suaranya parau.

Tangis parau sang bayi lah, yang membuat warga Jorong V Suku, Nagari Sungai Puar, Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam terbangun dari tidurnya di Selasa (17/11) pagi. Curiga dengan suara tangis bayi yang tak henti, warga melongok ke rumah keduanya. Ketika itulah, Rian dan Dila ditemukan sudah digenangi darah. Sekarat. Keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi. Namun, tuhan berkehendak lain. Sang istri meninggal setelah sampai di RSAM. Sedangkan suami, kritis.

Di tubuh Dila, ditemukan belasan luka tusuk. Luka yang besar juga terdapat pada tangan sebelah kanan. Sementara sang suami, Rian Fitra (24) mengalami lima tusukan di bagian perut. Ususnya juga robek karena sabetan pisau. Kuat dugaan kalau Dila dibunuh sendiri oleh suaminya. Setelah menghabisi nyawa orang kesayangan, Rian menusukkan pisau ke perutnya. ”Kemungkinannya, Rian mencoba bunuh diri,” terang Kapolsek Banuhampu Sungai Puar, Kompol Jefrizal Jarun.

Hipotesa polisi, setelah dilakukan olah TKP di dalam kamar tempat pasangan ini tidur, tidak ditemukan adanya tanda-tanda perampokan, begitu juga dengan keterangan dari yang ada di rumah itu, tidak mendengar adanya keributan. Barang berharga juga tidak ada yang hilang. ”Dari sanalah muncul kecurigaan kalau Rian yang membunuh istrinya. Namun, apa yang melatari pembunuhan tak ada yang tahu. Satu-satunya orang yang mengetahuinya adalah Rian yang kini sekarat.,” sebut Jarun.

Sesuai keterangan Amrizal (51) orangtua Rian, kalau hubungan anaknya dengan istrinya baik-baik saja. Pada Senin sore, Rian menjemput istri dan anaknya ke rumah sang mertua, yang baru berumur 7 bulan ke Tigo Baleh, Bukittinggi dan dibawa ke rumah orangtuanya di Jorong V Suku, Nagari Sungai Puar Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam. Memang, Rian sendiri seorang sopir di Jakarta dan sudah sebulan tidak pulang.

Menurut keterangan Noval (17), adik kandung Rian Fitra, saat kejadian dirinya yang tidur di kamar bagian belakang tersentak mendengar suara erangan minta tolong dari arah kamar kakak kandungnya pada bagian depan. Ia tahu persis, suara itu adalah suara kakak iparnya. Saat bersamaan, Ia juga mendengar ada suara bayi yang menangis keras dari arah yang sama.

Memang, saat kejadian hanya empat orang yang berada di rumah tersebut, di antaranya kakak kandungnya bernama Rian Fitra, kakak iparnya bernama Dila bersama bayinya yang baru berusia sekitar enam bulan, serta Noval sendiri. Rumah yang ditempati itu merupakan rumah neneknya Rian Fitra.

“Ketika terbangun mendengar suara minta tolong dan bayi menangis, saya lalu ke luar kamar untuk melihat apa yang terjadi. Namun antara kamar belakang dengan kamar depan, itu ada pintunya, dan pintu itu terkunci. Saya lalu buka pintu belakang lalu masuk rumah bagian depan melalui jendela yang saya buka paksa,” tutur Noval.

Setelah berada di ruangan depan, Noval langsung menuju kamar kakak kandungnya, yang waktu itu tidak terkunci. Namun Noval kaget, ketika melihat kakak kandungnya memegang pisau dapur dan melakukan pergerakan seolah-olah sedang menusuk perut sang istri.

Melihat hal itu, dengan spontan Noval lalu merangkul dan merebut pisau yang ada dalam genggaman kakak kandungnya yang waktu itu sedang dalam kondisi lemah. Dengan penuh rasa takut, Noval lalu bergegas ke luar rumah untuk memberitahu kejadian tersebut kepada orangtua dan keluarganya yang tinggal di sebelah rumah tersebut.

Ketika kembali ke kamar, Noval bersama orangtua dan sejumlah keluarganya telah melihat kakak kandung dan kakak iparnya sudah terkapar bersimbah darah dan tak sudah tak berdaya dalam kondisi berdekapan di bawah tempat tidur. Sementara sang bayi masih berada di atas tempat tidur sambil terus menangis.

Seketika, suasana di tempat itu gempar. Pihak keluarga langsung membawa pasangan ini ke RSAM Bukittinggi. Setelah menjalani perawatan beberapa menit di IGD RSAM, Dila tidak tertolong lagi kerena banyak kehabisan darah.

Sementara, Rian sendiri dalam kondisi kritis masih menjalani perawatan intensif di IGD RSAM Bukittinggi karena juga mengalami luka tusukan di perutnya yang diduga dilakukannya sendiri setelah menghabisi isterinya.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan itu langsung melakukan olah TKP di kamar terjadinya pembunuhan dan menemukan sebilah pisau sepanjang sekitar 30 Cm di dalam lemari dalam kondisi masih tersisa darah kering yang langsung diamankan pihak kepolisian sebagai barang bukti.

Setelah berada di kamar jenazah RSAM Bukittinggi dan menyelesaikan administrasi dengan pihak rumah sakit, pihak kepolisian menyerahkan jasadnya pada keluarga untuk dikuburkan secara layak.

“Selain ada permintaan dari keluarga untuk tidak dilakukan autopsi, kematian korban juga sudah jelas dan kita rasa tidak perlu autopsi. Mengenai motif semua ini, kita masih menunggu Rian pulih sampai bisa dimintai katerangan,” terang Jefrizal. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional