Close

Strategi Tetap Kompetitif dan Bersaing, Hadapi Oversupply Semen, PT SP Tekan COGM

MOTIVASI KARYAWAN— Direktur Operasi PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, memotifasi karyawan Semen Padang Group dalam Kampanye dan Sosialisasi twntang Operasional Exellent, Housekeeping Rate, dan Safety & Security di Packing Plant Indarung, Selasa (26/4) pagi.

PADANG, METRO–Kondisi oversupply (kelebihan pasokan) di industri semen di Indonesia, mendorong para pemain semen untuk melakukan langkah-langkah untuk bisa beroperasi secara efisien dan efektif. PT Semen Padang salah satunya be­rusaha menekan COGM agar bisa tetap kompetitif menghadapi per­saingan.

“Untuk bisa bersaing di pasar dalam kondisi oversupply saat ini, berbagai strategi kami lakukan di antaranya di sisi operasional de­ngan menjaga biaya produksi atau Cost of Good Manucfacturing (CO­GM) atau lebih rendah dari yang ditargetkan,” kata Direktur Operasi PT Semen Padang Indrieffouny, usai Kampanye dan Sosialisasi O­perational Exellence, House Keeping Rate (HKR), dan Safety & Security di Packling Plant Indarung (PPI), Selasa (26/4) pagi.

“Strategi Operational Exellence yang saya kampanyekan dan so­sialisasikan kepada karyawan hari ini juga merupakan bagian dari upaya menekan COGM,” kata Indrieffouny.

Strategi Operational Exellence ini, kata Indrieffouny adalah untuk mendorong pabrik beroperasi de­ngan lancar pada kapasitas mak­simum dan hari jalan maksimum, sehingga volume atau jumlah pro­duksi meningkat. “Secara tidak langsung, Operational Exellence ini akan menekan indeks batubara dan biaya listrik rupiah/ton,” ujar­nya.

Hal lainnya, sebut Indrieffouny, menekan losses (kehilangan) dalam kegiatan operasional, dan mening­katkan pemanfaatan gipsum purified. Karena perolehan gipsum ini lebih murah dibandingkan gipsum alam. Gipsum purified dari Petro­kimia ini juga menjadi upaya PT Semen Padang dalam mendung­kung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain menjaga biaya produksi atau COGM, Indrieffouny juga menyebut bahwa stop stand by ready to run Pabrik Indarung II/III juga menjadi strategi manajemen dalam menghadapi oversupply dan situasi pasar semen yang relatif rendah di semester 1 ini.

“Jadi, Pabrik Indarung II/III itu bukan berhenti berproduksi, yang distop itu hanya Kiln dan Raw Mill, dan statusnya stop stand by ready to run. Sementara Cement Mill, masih dioperasikan untuk meme­nuhi permintaan pasar. Ini adalah strategi manajemen dalam meng­hadapi persaingan di tengah over supply semen,” katanya.

Manajemen perusahaan, tam­bah Indrieffouny, akan tetap men­jaga seluruh peralatan/asset Kiln dan Row Mill Pabrik Indarung II/III agar tetap siap untuk beroperasi. Bahkan, manajemen juga akan melakukan test fungsi alat secara periodik.

“Jadi pada saat demand m­e­ningkat atau pasar mulai membaik, Kiln dan Raw Mill Indarung II/III akan dioperasikan kembali. Tidak ada juga pengurangan pegawai atau outsourcing dalam menja­lankan strategi ini,” pungkas In­drieffouny. (ren/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top