Menu

Stop Kekerasan pada Anak, Rusak Mental dan Psikis

  Dibaca : 130 kali
Stop Kekerasan pada Anak, Rusak Mental dan Psikis
Ilustrasi

PADANGPANJANG, METRO – Hentikan dari sekarang kekerasan terhadap anak. Pasalnya, kekerasan yang dialami anak akan berdampak negatif pada perkembangannya. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Padangpanjang Martoni,pada sosialisasi pembentukan perlindungan anak berbasis masyarakat, di Balairung Mifan, Kamis (1/8), guna menyelamatkan mental dan psikis anak.

“Kami berharap jangan ada lagi kekerasan dan pemaksaan terhadap anak. Khususnya orang tua seharusnya berikan mereka peluang untuk berkreasi sebagai bentuk pengembangi diri mereka. Namun, jika mereka salah jangan langsung memberikan sanksi atau hukuman, akan tetapi berikanlah mereka pengertian dan alasan yang tepat atas kesalahan yang mereka lakukan, “sebut Martoni.

Sosialisasi pembentukan perlindungan anak berbasis masyarakat yang digelar Pemko Padangpanjang tersebut, sebut Martoni, merupakan sebuah langkah dalam menyikapi sejumlah kasus kekerasan terhadap anak.

“ Untuk tercapainya tujuan dari sosialisasi itu, kita mendatangkan sejumlah narasumber dari Provinsi agar masyarakat paham dan sangat mengerti betapa bahayanya perlakuan kekerasan terhadap anak,” jelas Martoni.

Dalam kegiatan tersebut, lebih lanjut Martoni, pihaknya telah mendatangkan pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Muharman, S.Pt itu guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perlindungan hak-hak anak.

Sekretaris Dinas Sosial, Netti Herawati, menambahkan, bahwa maraknya terjadi kekerasan yang pada anak sangat berdampak pada mental dan psikis anak tersebut. Netti mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat mampu mengenali, menelaah, serta mengambil inisiatif untuk mencegah dan memecahkan setiap permasalahan kekerasan yang terjadi terhadap anak yang ada di lingkungan sendiri.

“ Ketika kita mengetahui akibat dari kekerasan ini, masyarakat khususnya orang tua tentunya mulai mengevaluasi diri untuk memberikan perlakukan dan pendidikan terhadap anak sesuai dengan batasa batasannya, “ sebut Netti.

Sementara itu Kasi Perlindungan Anak Eis Hartati, menambahkan, tujuan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman terhadap orang tua sehingga dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak dan dapat memberikan perlindungan terhadap hak-hak anak.

“ Terlaksananya kegiatan ini, tidak ada lagi kekerasan terhadap anak. Orang tua dituntut mampu memberikan didikan pada anak sesuai batasan, Sehingga anak mampu berkembang dan memiliki mental serta karakter yang baik,” ujarnya. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional