Menu

Stok APD di RSUP M Djamil Menipis

  Dibaca : 554 kali
Stok APD di RSUP M Djamil Menipis
Stok APD di RSUP M Djamil Menipis

JATI, METRO
Kepala Bagian Umum RSUP M Djamil Padang Syafriar Naeli mengatakan bahwa stok untuk alat pelindung diri (APD) di RSUP Dr M Djamil Padang saat ini sudah menipis. Padahal kebutuhan APD ini merupakan syarat penting dalam penanganan Covid-19.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah provinsi sudah meminta bantuan ke pusat untuk memenuhi kebutuhan APD tersebut. Namun sampai saat ini belum ada kabar beritanya.

“Pihak rumah sakit berharap bantuan itu segera datang, “ ujarnya saat menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Ilham Maulana didampingi anggota Komisi II DPRD Padang, Meilasa Waruwu, Rabu (15/4).

Syafriar menjelaskan, bahwa di rumah sakit tersebut ada sebanyak 16 ruang isolasi dan itupun sudah penuh. Ruang isolasi Covid-19 terletak pada bagian belakang, jauh dari ruang-ruang pasien umum lainnya. Dan itu ada protokol – protokol yang diberlakukan di area – area tertentu.

“Untuk menghadapi jumlah lonjakan pasien yang terpapar Covid-19, sekarang kita lakukan penambahan jumlah ruangan dan tempat tidur,” kata Syafriar.

Selain itu terangnya, pihaknya juga butuh tambahan tenaga perawat. Kemudian untuk tenaga medis diberlakukan enam shif supaya mereka tidak terlalu kelelahan yang dapat berakibat buruk untuk terjangkit virus Covid -19.

Ia menyebutkan, bahwa RSUP M Djamil juga sudah menyediakan wastafel untuk cuci tangan di beberapa titik, namun harus perlu ada penambahan lagi. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak PDAM yang telah mensuplai air siap minum, dimana ini sangat membantu sekali.

Dalam kesempatan itu, Syafriar juga menyampaikan suka duka karyawan atau perawat RSUP M Djamil sejak adanya kasus Covid-19. “Perawat kami ada yang diusir oleh pemilik rumah kos karena dianggap membawa penyakit. Namun, kami tak mempersoalkan kasus tersebut. Apalagi, saat ini Pemprov Sumbar sudah menyediakan asrama,” tukasnya.

Konsultan Hukum RSUP Dr M Djamil, Yul Akhyari Sastra mengatakan, setiap petugas dan tenaga medis yang menangani Covid-19, ada protokol yang berlaku. “Mereka petugas kita yang keluar dari ruang isolasi sudah kami pastikan sudah sterilisasi dengan melalui lima ruang protokol dengan pengawasan ketat, jadi masyarakat tak merasa cemas dengan petugas rumah sakit. Intinya protokolnya luar biasa. Persepsi yang salah itu, harus kita luruskan,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Ilham Maulana mengatakan, bahwa Pemko punya rusunawa yang dapat dipakai untuk asrama tenaga medis jika wabah masih berlanjut dan dibutuhkan penambahan tenaga medis. “Kami akan koordinasikan dengan pemko,” ujarnya.

Ilham menambahkan, pihaknya dorong Pemko Padang untuk bantuan APD dan Dinas PUPR untuk pengaspalan dalam lingkungan RSUP Dr M Djamil. Ia juga meminta Pemko Padang menyediakan wastafel di fasilitas umum dan publik yang ada di Kota Padang. Ini sangat bermanfaat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional