Close

STMIK Indonesia Resmi Berganti menjadi Universitas Metamedia

STMIK INDONESIA MENJADI UNIVERSITAS— Rektor Universitas Metamedia Masyhuri Hamidi pada sesi jumpa pers kepada awak media menjelaskan perubahan status STIMIK Indonesia ke Universitas Metamedia, Senin (19/9).

KHATIB, METRO–Sekolah Tinggi Mana­jemen dan Komputer (STMIK) Indonesia di Kota Padang telah resmi be­ru­bah bentuk dari menjadi universitas. STMIK Indonesia kini menjadi Universitas Metamedia.

Ketua STMIK Indonesia Masyhuri Hamidi menga­ta­kan, perubahan bentuk tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kemen­terian Pendidikan, Kebu­dayaan, Riset dan Tek­no­logi nomor 670/E/O/2022 dan telah disampaikan da­lam salinan putusan Direk­torat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi nomor : 5474/E1/HK.03.00/2022 tanggal 15 September 2022.

“Salinan putusan ini kami terima pada Sabtu (17/9) dari Lembaga Laya­nan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X,” ka­ta­nya saat jumpa pers di Ge­dung STMIK Indonesia, Senin (19/9) kepada awak media.

Masyhuri Hamidi bersyukur, perjuangan panjangnya dengan tim akhirnya membuahkan hasil. “Kami bersyukur, perjuangan panjang ini akhirnya terwujud,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk bisa menjadi Universitas Metamedia, pihaknya harus membuka 4 prodi dalam waktu 2 tahun. “Pro­di awal adalah Sistem Informasi, kemudian ditambah dengan Prodi Bisnis Digital, Prodi Informatika, Prodi Manajemen Retail dan Prodi Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, Prodi kita genap menjadi 5. Kita mencanangkan Summits pada Februari 2022,” ujarnya.

Ia menuturkan, kemudian pada Maret 2022, STMIK Indonesia divisitasi oleh tim untuk dilihat kelengkapan kelayakannya.

Pada sisi lain, ia melanjutkan, alasan nama Universitas Metamedia, terinspirasi dengan kata Metaverse. “Sebelumnya saya bertanya ke pemilik yayasan, diskusi dengan pak Irman Gusman, selain itu berdiskusi dengan rekan-rekan di sini, juga dengan LLDIKTI,” katanya.

“Kemudian baru di­usul­­kan, ternyata tidak ada nama yang sama hingga akhirnya disetujui Universitas Metamedia,” sambungnya.

Ia menyebutkan, Universitas Metamedia lebih kepada informasi dan tek­nologi (IT). “Semoga Universitas Metamedia menjadi alternatif masyarakat untuk menjadi berkuliah atau menguliahkan anaknya,” pungkasnya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top