Close

STEI Ar Risalah Gelar Pengabdian Masyarakat di Kototangah, Mulyadi Muslim: Pahami Ekonomi Syariah sejak Dini

PENGABDIAN MASYARAKAT— Ketua Pendidikan Tinggi (Dikti) Yayasan Waqaf Ar Risalah H Mulyadi Muslim Lc MA foto bersama santri Surau Anak Soleh Koto Tangah dalam acara pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Ar Risalah Sumatra Barat, Sabtu (21/1).

KOTOTANGAH, METRO–Keterbatasan wawasan dan pema­h­a­man menjadi faktor utama kekeliruan dalam memahami agama secara umum ataupun ekonomi syariah secara khusus. Bahkan tidak jarang ditemukan orang yang begitu kuat dan saklek pemahaman dan cara ibadahnya, tetapi giliran bicara ekonomi syariah dia apriori dan bahkan antipati.

“Adanya ungkapan eko­nomi syariah yes, konversi no juga bentuk dari ketidak pahaman konsep beragama yang komprehensif,” kata Ketua Pendidikan Tinggi (Dikti) Yayasan Waqaf Ar Risalah H Mulyadi Muslim Lc MA di hadapan santri Surau Anak So­leh Kototangah, Kota Pa­dang dalam acara pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Ar Risalah Sumatra Barat Sabtu (21/1).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang ini menyebutkan, ada juga yang memberikan ungkapan lain, seperti agama itu memberikan kemudahan, maka dalam sis­tem konvensional terdapat kemudahan. Sementara keuangan syariah baik di bank ataupun koperasi dianggap rumit dan ribet, lebih baik konvensional saja.

“Atau ada juga yang memberikan ungkapan sa­ma saja antara konvensio­nal dan syariah. Lalu ngapain repot-repot. Sekali lagi, ini adalah bukti lemahnya literasi tentang konsep ekonomi syariah,” kata Mulyadi Muslim.

Mulyadi mengatakan, kegiatan pengabdian ma­syarakat dosen dan mahasiswa STEI Ar Risalah Su­matra Barat adalah agenda tahunan yang diselenggarakan di beberapa daerah dengan berbagai segmen. Khusus tahun ini, program pengabdian masya­ra­kat siperuntukkan bagi sis­wa dan santri tingkat SMa.

“Dengan tujuan anak-anak milenial memiliki pemahaman  yang benar tentang ekonomi syariah sejak dini. Sehingga ketika mereka men­jadi pemegang kunci kebijakan, tidak saja paham dan mendukung eko­nomi syariah. Tapi mereka jadi pelanjut perjuangan dalam membumikan eko­nomi syariah di Sumatera Ba­rat,” kata Bu­ya Mulyadi. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top