Menu

SPH selalu Disterilkan dari Virus, Layanan Pasien Covid-19 dan Umum Dibedakan

  Dibaca : 116 kali
SPH selalu Disterilkan dari Virus, Layanan Pasien Covid-19 dan Umum Dibedakan
Konferensi Pers— Usai dilantik beberapa waktu lalu sebagai Direktur Utama Semen Padang Hospital dr. Selfi Farisha konferensi pers terkait program SPH ke depan.

PADANG, METRO
Sebagai Rumah Sakit berstandar internasional, Semen Padang Hospital (SPH) berupaya keras menghilangkan image dan kekhawatiran masyarakat yang ingin memakai jasa pelayanan kesehatan. SPH berkeyakinan, dengan mensterilkan rumah sakit dari virus masyarakat tidak perlu takut terpapar, meskipun rumah sakit melayani pasien Covid 19.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama semen Padang Hospital yang baru, dr. Selfi Farisha pada saat pertemuan dengan sejumlah wartawan.

dr. Selfi Farisha yang baru dilantik beberapa hari lalu itu menyebutkan, rumah sakit melakukan pembedaan layanan, agar masyarakat yang pergi berobat ke rumah sakit tidak terpapar.

Seperti melakukan pembedaan pintu masuk kepada masyarakat yang diduga mengidap Covid, dengan masyarakat biasa di Poliklinik dan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kalau ada masyarakat yang ada keluhan dengan gejala Covid 19, kita arahkan ke pintu masuk khusus. Agar masyarakat lainnya yang ingin berobat atau konsultasi ke dokter tidak khawatir datang ke rumah sakit, “ungkap wanita berparas Ayu ini.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga selalu mensterilkan rumah sakit dari virus yang menyerang berbagai belahan dunia, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan secara berkala.

Inovasi pelayanan lain juga dilaksanakan SPH, guna mengurangi kecemasan masyarakat. Seperti pelayanan vaksinasi drive thru bagi balita, pelayanan swab drive thru untuk masyarakat yang ingin swab mandiri, konsultasi kesehatan lewat aplikasi Whats App.

Lalu juga ada konsultasi dengan dokter via aplikasi zoom meeting bagi masyarakat yang belum menginginkan datang ke SPH. Apabila dokter menyarankan penanganan medis, barulah masyarakat datang ke rumah sakit.

“Meski cara pelayanan berbeda dan tempat pelayanan dipindahkan, namun tarif tetap sama. Ke depan kita akan terus berinovasi melayani masyarakat,” tutup wanita yang akrab disapa dr.Risha ini.

Menurutnya, jika sarana dan prasana telah dilengkapi, maka tugas SPH selanjutnya adalah meningkatkan mutu pelayanan seperti dengan memberikan pelayanan dan pengobatan maksimal untuk pasien.

“Peningkatan mutu pelayanan menjadi hal yang penting bagi SPH , terutama dalam masa pandemi COVID-19 ini seperti bagaimana pasien yang berobat ke SPH dapat pulang ke rumah dengan kondisi negatif, tidak berlama-lama di rumah sakit dan penanganan kasus yang berat, sedang maupun kecil dapat diatasi,” katanya.

Disisi lain, dalam kesempatan tersebut, Direktur yang akrab disapa dokter Risha ini mengungkapkan bahwa ia memiliki rencana jangka panjang dan jangka pendek dalam menjadikan SPH sebagai rumah sakit unggulan di Sumatera.

Ia menjelaskan saat ini SPH memiliki kerjasama dengan banyak asuransi, banyak perusahaan termasuk dengan BPJS Kesehatan, BPJS Tenaga Kerja, dan lainnya.

Risha menjelaskan kecendrungan masyarakat memilih rumah sakit yang bagus dengan pelayanan yang baik untuk mengobati penyakitnya, seperti sarana dan prasarana yang lengkap maupun memiliki tenaga medis yang bagus. Oleh karena itu, ia memiliki target yakni memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat untuk berobat.

“Selama beberapa waktu ini, kebanyakan dokter di SPH didatangkan dari rumah sakit lainnya dikarenakan statusnya yang PNS, oleh karena itu, kedepannya program yang akan dijalankan yakni meningkatkan kompetensi dari tenaga medis yang ada di SPH. Hal itu dilakukan dengan menyekolahkan dokter-dokter kita ataupun menambah tenaga medis dari luar yang berpengalaman untuk menjadi dokter tetap di SPH ,” beber ibu satu anak itu.

dr Risha menyebut, rencana prioritas  sebagai Direktur SPH yang baru. Karena menurutnya, kedepannya rumah sakit swasta akan sulit bersaing jika tidak memiliki dokter tetap atau bukan dokter PNS yang bukan berasal dari rumah sakit tersebut.

Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut telah menjadi pembahasan dan tengah disiapkan mengenai cara memiliki dokter-dokter milik SPH saja. Selain dokter, para perawat juga akan dilengkapi dengan sertifikasi khusus.

“Jika sumber daya berupa tenaga medis maupun sarana dan prasarana yang lengkap dan terpenuhi, tentunya masyarakat tidak menjadi ragu untuk berobat ke SPH , dari mana pun mereka berasal,” jelasnya.

Risha juga mengungkapkan, bahwa ia telah berada di SPH sejak 2013. Ia menceritakan, awalnya saat itu dirinya masih seorang dokter jaga di UGD, Poliklinik maupun rawat inap. Selanjutnya, ia dipindahkan sebagai verifikator BPJS di bagian casemix di SPH. Beberapa waktu disana, ia kembali dipindahkan ke bagian lain yakni Supervisor Mutu Penunjang Medis. Kemudian, ia mendapatkan promosi sebagai Manager Medis dan tak lama, ia kembali mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Bagian Pelayanan Medis sebelum akhirnya dilantik jadi Direktur SPH.

“Saya benar-benar memulai jenjang karir saya dari nol di SPH . Saya masuk pada 2013 di SPH dan mendapatkan berbagai amanah. Alhamdulillah saya bisa melewati itu semua. Dan kini saya memiliki target untuk menjadikan SPH sebagai rumah sakit terbaik di Sumatera sesuai dengan visi dan misi SPH ,” tandas Alumni Fakultas Kedokteran Unand itu. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional