Menu

Sosialisasikan Pemberantasan Buta Baca Al Quran

  Dibaca : 451 kali
Sosialisasikan Pemberantasan Buta Baca Al Quran

PDG.PARIAMAN, METRO – Wakil Bupati  Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, membuka secara resmi sekaligus narasumber pemberantasan buta baca Al Qur’an.

“Kita Pemkab Padangpariaman sangat mendukung kegiatan penyuluh agama bekerjasama dengan TPA dalam mensosialisasikan gerakan cinta Al-Qur’an,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat acara, kemarin.

Katanya, dengan kegiatan ini mereka bisa menjadi konsultan atau mitra strategis pengembangan TPA di setiap nagari dan kecamatan se Kabupaten Padangpariaman.

“Bahkan para peyuluh agama bisa memetakan kemampuan baca tulis Al-Qur’an anak anak pada setiap nagari tertentu melalui riset. Melalui riset itu juga bisa diketahui akar masalah, faktor pendukung dan faktor penghambat lemah tidaknya kemampuan baca tulis Al-Qur’an diwilayah tertentu,” ungkapnya.

Artina jelas Suhatri Bur,  melalui riset ini bisa menghasilkan rekomendasi dan jalan keluar masalah buta aksara Al-Qur’an.

“Kita meminta kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, walinagari agar lebih fokus mensosialisasi perda no 03 tahun 2007 tentang kewajiban pandai membaca Alquran bagi murid SD,SMP,SMA calon pengantin,” ungkapnya.

Kemudian katanya, dengan gencarnya sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan keperdulian orang tua terhadap pentingnya baca tulis Al-Qur’an.

“Sehingga Kabupaten Padangpariaman dapat melahirkan qari dan qariah terbaik setiap pelaksanaan MTQ dari tingkat nagri sampai tingkat nasional,” ujarnya.

Dikatakan, pemkab dari awal pemerintahannya telah mengajarkan baca tulis Al Quran mulai dari SD hingga SMP, untuk mencapai target bebas buta aksara kitab suci umat Islam itu pada 2021.

“Artinya siswa yang berusia 15 tahun atau tamat SMP sudah bisa baca tulis Al Quran,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, untuk merealisasikan hal ini, maka tahun ini pihaknya mulai menjaring siswa yang belum bisa baca Al Quran dan memberikannya pelajaran baca tulis kitab suci Islam itu serta melakukan sosialisasi seperti sekarang ini.

Ditambah lagi jelasnya, pemkab apalbila siswa sudah bisa membaca Al Quran dan menuliskannya, maka pihaknya akan memberikan sertifikat sebagai bukti yang sah. Namun untuk mendapatkan sertifikat tersebut, kata dia, pembelajaran baca tulis Al Quran tidak harus diperoleh di sekolah, namun juga bisa di rumah, mushala, dan masjid.

“Seluruh siswa bisa mendapatkan sertifikat, asalkan lulus ujian yang kami berikan melalui pihak sekolah. Target bebas buta aksara Al Quran pada 2021 merupakan tindak lanjut dari visi misi bupati yang ingin menciptakan Padangpariaman yang religius,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional