Close

Sosialisasi Penyesuaian Tarif PDAM 2023, Bupati Suhatri Bur Lakukan Subsidi Silang

SOSIALISASI TARIF BARU—Bupati Padangpariaman Suhatri Bur berfoto bersama usai melakukan sosialisasi penyesuaian tarif PDAM, baru-baru ini.

PDG.PARIAMAN, METRO–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Padangpariaman, kemarin,  kumpulkan semua lam­pisan  masyarakat berba­gai kala­ngan pelanggan, mulai dari Akademisi, Camat, Walinagari dan LSM ser­ta perwa­kilam warta­wan dari perusahaan pers terbitan Sumatra Barat dalam rangka sosia­lisasi penyesuan tarif.  So­sialisasi penyesuaian tarif tahun 2023 ini PDAM membedakan tarif antara pelanggan yang mampu dan yang tidak mampu. Makanya, dalam sosilisasi tersebut PDAM menghadirkan semua unsur pelanggannya. “Kita juga mendatangkan nara sumber dari kalangan akademisi. Kali ini akademisinya berasal dari Politeknik Pa­dang,” kata Di­rek­tur PDAM Padangpariaman Aminuddin ST dan Ketua Dewan Pengawas PDAM Mulyadi SE  yang betindak sebagai moderator dalam sosilisasi itu.

Aminuddin menyatakan tarif PDAM Padangpariaman saat ini masih memakai tarif tahun 2015, karena itulah perlu sosialisasi dalam penerapan batas tarif bawah dan tarif atas. “Sangat perlu kita melakukan lakukan penyesuaian tarif untuk tahun 2023 agar PDAM menjadi sehat,” ujarnya.

Sementara Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur menyatakan penye­sua­ian tarif Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Padangpariaman penting dilakukan, karena tarif se­karang masih memakai pe­raturan Bupati Padangpariaman tahun 2015. “Kalau tidak dilakukan penyesuaian tarif PDAM akan terus menjadi kurang sehat dan menjadi temuan BPKP, karena batas melakukan penyesuaan tarif berdasarkan Permen­dagri dan diteruskan oleh peraturan Gubernur Su­matra Barat paling lambat tahun 2018,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberikan arahan dalam acara sosialisasi penyesuaian tarif PDAM Padangpariaman.

Kenapa tidak jelasnya, penyesuaian tarif atas dan tarif bawah untuk PDAM bulan November 2022  telah dilakukan, namun karena masih ada persoalan pipa air PDAM yang bocor baru sekarang dlakukan proses penyesuaian tarif. “Karena itulah perlu dilakukan pe­nye­suaian tarif dengan me­­la­kukan sosialisasi kepada semua pihak di Kabupa­ten Padangpariaman. Se­perti dengan mengumpukan Ca­mat, Walinagari dan para war­tawan serta LSM ini telah tepat. Apalagi se­be­lumnya perwakilan para konsumen juga telah dilakukan sosialisasi,” ujar­nya.

Namun demikian kata­nya, dalam penyesuaian tarif menjelaskan kepada PDAM agar melakukan de­ngan subsidi silang. Arti­nya, ada regulasi tarif untuk yang kaya dan si miskin harus ada perbedaan. “Sa­ya meminta kepada camat, walinagari serta unsur terkait yang ikut dalam sosialisasi ini agar menyampaikan kepada semua lampi­san masya­ra­kat. Sehingga dalam pe­nye­suaian tarif nanti tidak ada persoalan. Ini kita lakukan agar PDAM tidak lagi menjadi temuan dalam peme­riksaan BPKP,” ujarnya.

Lebih jauh Suhatri Bur menyatakan, penyesuaian tarif bawah dan tarif atas ini, bulan november tahun 2022  telah harus dilakukan, namun karena pipa pipa PDAM masih ada yang bocor dan hasil pe­meriksaan BPKP PDAM­ masih kurang sehat. Sehingga baru ta­hun 2023 dilakukan. Suhatri Bur meminta kepada PDAM untuk melakukan perbaikan cepat terhadap kebocoran pipa agar tidak ada lagi kebocoran air. Sebab, kalau masih pipa air bocor biaya operasional tidak akan sebanding dengan biaya pen­dapatan PDAM.

Kemudian Mulyadi Ke­­tua Dewan Pegawas PD­AM Padangpariaman tujuan acara sosialisasi penyesuaian tarif dan untuk pe­netapan penyesuaian tarif sekarang dilakukan uji akademis , karena tarif seka­rang masih berdasarkan perbup tahun 2015, karena itulah PDAM datangkan akademis Emrizal dari Politeknik Pa­dang.

Sedangkan Dr Emrizal Akademis menyatakan eko­nomi daerah saat ini pasca covid 19 memang sulit, namun tentang penyesuaian tarif PDAM Pa­dang­pariaman telah sangat wa­jar, karena tarifnya seka­rang masih tahn 2015. Kondisi de­mikian kata­nya, penyesuaian tarf tersebut telah terlambat dilakukan, kalau tidak PDAM akan terus me­rugi, karena biaya operasional dengan  pemasukan tidak seimbang. Makanya perlu dilakukan pe­nyesuaian tarif, apalagi SK Gubernur Sumatra Barat dalam penyesuaian tarif telah ada tentang batas tarif bawah dan tarif bawah.

Sumber air di Padangpariaman sangat banyak dan melimpah limpah, akibatnya terjadi kehilangan air di sumber dan meter juga terjadi kehilangan air makanya perlu dilakukan perbaikan meteran. “Kita sebagai akademisi telah mela­kukan kajian dan perlu dila­kukan penyesuaian tarif,” ung­kapnya.

Katanya, penyesuaian tarif ini perlu dilakukan pe­nye­suaian, karena permen­dagri tahun 2018 harus di­se­suain­kan sesuai aturan perundang undang yang ada saat ini. Bahkan penyesuaian ta­rif telah terlambat “Kalau tidak demikian PDAMakan terus mengalami kesulitan dalam operasional­nya. Namun saya meminta kepada PDAM lakukan pe­nyesuaian tarif dengan subsidi silang, artinya, bedakan masyarakat yang mampu dan yang tidak mampu,” tambahnya meng­akhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top