Menu

Sosialisasi Keterbukaan Informasi di Era Digital

  Dibaca : 1593 kali
Sosialisasi Keterbukaan Informasi di Era Digital
DENGARKAN KATA SAMBUTAN— Para peserta mendengarkan kata sambutan dari Wali Kota Solok, Zul Elfian saat sosialisasi keterbukaan informasi di era digital di Gedung Kubung Tigo Baleh.

Keterbukaan informasi diera digital ini perlu disikapi dengan bijak. Setidaknya pemahaman perlu diberikan terkait keterbukaan informasi tersebut. Melalui kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi di era digital, bertempat di Gedung Kubung Tigo Baleh yang digelar Pemko Solok, diharapkan dapat memperluas pemahaman akan keterbukaan informasi.

Dalam kegiatan itu dihadirkan sejumlah narasumber. Seperti Prof Dr Drs Henri Subiakto SH MA dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, serta Hendra J Kede, ST MH dari Komisi Informasi Pusat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Solok, Zulfadli menyebutkan, peserta kegiatan sosialisasi ini berjumlah 100 orang. Terdiri dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang ada di seluruh OPD di Pemko Solok, unsur LKAAM Kota Solok, Bundo Kanduang Kota Solok, LPMK, Lurah serta camat.

“Tujuan kegiatan itu guna meningkatkan pengetahuan PPID, mengetahui perkembangan aplikasi informasi, serta memberikan tambahan wawasan pentingnya keterbukaan informasi publik,” ujar Zulfadli.

Wali Kota Solok, Zul Elfian menilai kegiatan ini diadakan agar semua pihak benar-benar bisa memahami peran PPID dan seluruh ASN dalam keterbukaan informasi publik di Kota Solok. Diingatkan bahwa satu misi Pemko Solok ialah mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih.
Oleh karena itu terang Zul Elfian, kegiatan ini sangat berguna untuk mewujudkan harapan dalam menyukseskan misi tersebut.Tiga hal utama yang harus dipenuhi dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik ialah Kredibilitas, Transparansi dan Partisipasi Masyakat.

“Sekarang ini PPID Kota Solok masih ada yang merasa ketakutan. Oleh karena itulah harus diatasi sedini mungkin. Kebenaran harus kita sampaikan agar ketidakbenaran tidak bertebaran dimana-mana,” tegasnya.

Selanjutnya kata Zul Elfian, jika tidak ada partisipasi masyarakat, maka RPJPD yang dirancang hanya sebagai catatan kosong saja dan tak ada artinya apapun. “Kita akui, berkat adanya dukungan dan partisipasi masyarakat, selama ini apa yang tidak bisa dilakukan akan bisa kita lakukan. Tujuan utama kita adalah untuk mensejahteraan masyarakat Kota Solok,” tutup Zul Elfian. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional