Menu

Sopir Angkot Membusuk Gantung Diri

  Dibaca : 1035 kali
Sopir Angkot Membusuk Gantung Diri
olah tkp— Kapolsek Nanggalo AKP Gusdi melakukan olah TKP di rumah kontrakan seorang sopir angkot yang ditemukan mati diduga karena gantung diri.

PADANG, METRO – Empat hari tidak keluar dari rumah kontrakannya, sopir angkot ditemukan oleh pemilik rumah dalam keadaan sudah menjadi mayat yang mulai membusuk, Senin (25/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Peristiwa itu terjadi Jalan Bukittinggi, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo. Korban, Dodi Kurniawan alias Wawan (27) yang masih berstatus lajang ditemukan tergeletak di lantai posisi miring. Tubuhnya membengkak, kulitnya mulai terkelupas dan mengeluarkan cairan.

Di lantai sekitar korban terlihat cairan darah yang sudah mengering. Kain yang menjadi alat untuk bunuh diri yang diikatkan di kayu plafon rumah terlepas, karena kayu tersebut patah. Sedangkan di leher korban masih terlilit kain.

Warga sekitar yang mengetahui adanya kejadian itupun dibuat geger. Warga berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat polisi dari Polsek Nanggalo dan Polresta Padang melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah itu, jasad korban yang sudah mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat itu dimasukkan ke dalam kantong mayat dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk divisum.

Informasi yang dihimpun, ditemukannya korban tewas gantung diri, berawal kecurigaan dari pemilik rumah Darmas (63), karena sudah empat hari belakangan korban tidak kunjung keluar dari rumah. Saksi kemudian masuk ke dalam rumah kontrakan dan mencium bau yang sangat busuk.

Merasa ada kejanggalan, saksi menuju kamar belakang mencari asal bau busuk yang merupakan kamar korban. Hendak masuk untuk memastikan kondisi korban, ternyata pintu kamar korban dalam keadaaan terkunci. Saksi kemudian masuk ke kamar mandi dan memanjat mengintip ke dalam kamar.

Saksi langsung terperanjat karena melihat korban sudah tergeletak terlilit kain dan disekitar tubuh korban terdapat cairan darah. Saksi langsung berlari keluar rumah dan memberitahukan kepada warga lainnya. Warga yang mendapatkan informasi itu kemudian memberitahukan kepada pihak kepolisian.

Tak lama beselang, anggota Polsek Nanggalo tiba di lokasi dan masuk ke dalam kamar dengan mendobrak pintu kamar untuk memastikan kondisi korban. Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia dan tubuhnya sudah mulai terjadi pembusukan.

“Saya sudah empat hari ini tidak melihat korban keluar dari rumah. Korban mengontrak tempat saya. Korban bekerja sebagai sopir angkot, sedangkan orang tuanya berada di Bandung, Jawa Barat. Untuk penyebabnya korban bunuh diri saya tidak tau pasti, karena korban tidak pernah bercerita masalah yang dialaminya,” kata Darmas.

Kapolsek Naggalo AKP Gusdi mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah kepolisian atas kejadian ini. Diduga dari hasil olah TKP, korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan kain panjang. Korban saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Kita masih menunggu persetujuan dari keluarga korban untuk dilakukan visum atau otopsi (bedah mayat) untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Keluarga korban berada di Bandung,” kata Gusdi.

Gusdi menambahkan, dari keterangan saksi-saksi korban tidak keluar dari rumah sejak empat hari belakangan. Kondisi korban dalam keadaan sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

“Kita belum mengetahui apa penyebab korban bunuh diri, karena dari keterangan saksi, tidak mengetahui permasalahan yang dialami korban. Kita akan selidki, dengan memintai keterangan dari keluarga korban. Di lokasi kita juga sudah pasang garis polisi,” pungkasnya. (rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional