Menu

SOPD Dituntut Susun Perencanaan Terukur

  Dibaca : 67 kali
SOPD Dituntut Susun Perencanaan Terukur
TANDA TANGAN— Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menandatangani SK pelantikan kepada SOPD. Dalam kesempatan itu SOPD ditegaskan agar menyusun perencanaan dengan terukur.

BUKITTINGGI, METRO – Sejak awal tahun 2019, Pemko Bukittinggi berkonsentrasi meningkatkan kinerja, untuk dapat meraih prediket nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) A. Salah satu upaya dilakukan dengan memperkuat Bapelitbang sebagai leading sektor perencanaan pembangunan daerah.

Dalam mutasi besar-besaran yang dilaksanakan di halaman Balaikota Bukittinggi, Senin (25/3) Walikota melantik kembali sejumlah pejabat di Bapelitbang. Pelantikan dilaksanakan karena adanya sejumlah nomenklatur yang berubah dalam organisasi tersebut.

Selanjutnya, tidak menunggu waktu lama, beberapa jam setelah mutasi, Walikota langsung mengumpulkan seluruh PA, KPA, PPTK dan Kasubag Perencana, untuk rapat koordinasi. Dalam rapat itupun, Walikota meminta seluruh ASN terkait perencanaan agar dapat menyatukan persepsi untuk bersama bekerja maksimal, meraih prediket sakip A.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, sejumlah SOPD memang tengah mempersiapkan rencana kerja (Renja). Untuk itu, Wako menekankan, agar rencana kerja yang disusun harus jelas dan terukur. Sebab, jika penyusunan perencanaan tidak dilaksanakan dengan terukur, maka akan berdampak terhadap anggaran maupun dengan kinerja masing-masing SKPD.

“Susun renja itu dari awal sampai prediksi hasilnya. Perencana harus tau asal usul perencanaan yang disusun, hingga hasil akhirnya. Apa manfaat dari suatu kegiatan yang disusun dan harus bermanfaat bagi masyarakat dan kota Bukittinggi. Jika tidak akan saya coret. Sehingga perencanaan itu jelas dan terukur,” tegas Ramlan.

Walikota sebagai Kepala Daerah, juga berkewajiban dan bertanggungjawab mengendalikan APBD. Sehingga apapun pekerjaan yang direncanakan, tentunya harus bermanfaat bagi masyarakat banyak. Termasuk perencanaan kepegawaian, yang kegiatannya memang harus sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

“Jika kinerja kepegawaian dapat dilaksanakan sesuai anggaran dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan kota Bukittinggi, tentunya dengan sendirinya, nilai sakip kita akan naik lagi menjadi A. Intinya bagaimana perencanaannya,” ujar Ramlan.

Upaya untuk meraih nilai SAKIP A, tidak hanyak dengan memperkuat Bapelitbang tetapi juga dengan membentuk Tim SAKIP yang terdiri dari unsur Bapelitbang, Inspektorat, Badan Keuangan, Dinas Kominfo dan Bagian Organisasi. Dimana dalam waktu dekat ini tim itu akan dilakukan magang di Provinsi DIY yang merupakan satu – satunya daerah di Indonesia meraih nilai SAKIP A. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional