Menu

Solok Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Belum Dikembangkan dengan Maksimal

  Dibaca : 133 kali
Solok Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Belum Dikembangkan dengan Maksimal
Wakil Wali Kota Solok Rahmadhani Kirana Putra

SOLOK, METRO–Kota Solok memang terbilang kota kecil di Sumbar, dengan pembagian wila­yah yang terdiri dari 2 kecamatan dan terdiri dari 13 kelurahan. Bagi daerah sekitar, Kota Solok sejak dulunya lebih berperan sebagai kota penyangga di sektor perekonomian. Bahkan, dalam perkembangannya, Kota Solok dari masa ke masa sepertinya lebih berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa.

Menyigi dari sisi per­kembangan Kota Solok yang tumbuh sebagai kota perdagangan dan jasa, ba­nyak pihak menyadari be­tul bahwa kondisi tersebut merupakan sebuah potensi daerah yang harus di­kem­bangkan dengan maksimal. Dan tidak salah kiranya kalau Pemerintahan Kota (Pemko) Solok bersama DPRD setempat menetapkan arah pemba­ngu­nan Kota Solok ke arah kota perdagangan dan ja­sa.

Ketika berbincang-bincang dengan Wakil Wali Kota Solok Rahmadhani terkait perkembangan Ko­ta Solok pada masa mendatang, daerah yang dikenal dan digadang-gadangkan karena letaknya yang strategis secara geografis. Sehingga  diharapkan akan mampu tumbuh sebagai kawasan usaha kreatif dan industri kerajinan masya­rakat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat dan daerah.

Peluang tersebut me­nurutnya perlu diciptakan, sehingga masyarakat Kota Solok ke depan tidak saja menjadi penonton, akan tetapi akan menjadi pelaku usaha ketika menyongsong perkembangan dan pertumbuhan Kota Solok, sebagai kota perdagangan dan jasa seperti yang diharapkan. Dalam mewujudkan impian tersebut, tuntutan kreativitas ma­syarakat dengan memanfaatkan peluang yang ada menjadi sebuah keharusan. Maka dituntut ma­syarakat jeli dan kreatif memanfaatkan peluang.

Rahmadhani berkeinginan besar agar masya­rakat dan generasi muda di Kota Solok mampu mem­buka lapangan usaha dan menciptakan lapa­ng­an pekerjaan bagi orang lain sesuai dengan keah­lian dan keterampilan yang dimiliki. Namun dirinya menyadari memang tidak mu­dah merobah pola pikir masyarakat yang cend­rung mengharapkan bekerja pada instansi pemerintah yang peluangnya sa­ngat kecil dengan persai­ngan yang sangat ketat.

Dengan menciptakan peluang tumbuhnya pelaku usaha dan industri kerajinan masyarakat di Kota Solok, paling tidak menurutnya persoalan pengangguran ditengah-tengah masyarakat karena sangat terbatasnya lapangan pekerjaan seperti yang terjadi selama ini dapat ditekan. Terkait persoalan pengangguran, pemerintah oleh banyak pihak memang selalu dituntut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya.

Ramadhani mengatakan, sedikit memaparkan, konsep yang jelas untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan dae­rah perlu diciptakan. Sehingga program pembangunan ekonomi masyarakat di Kota Solok benar-benar lebih terarah dan terukur serta memihak kepada masyarakat itu sendiri. Dan untuk mendorong tum­buhnya Kota Solok sebagai kawasan usaha kreatif dan industri kerajinan masyarakat, pemerintah daerah juga harus mampu mendorong melalui program yang akan dilahirkan dan salah satunya dalam bentuk penguatan permodalan bagi masyarakat pelaku usaha.

Sebetulnya di Kota Solok sendiri telah tumbuh berbagai bentuk usaha kreatif masyarakat dan industri kerajinan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Mulai dari kerajinan masyarakat berupa usaha memproduksi ber­bagai jenis makan ringan hingga kerajian masya­rakat memproduksi barang jadi seperti kerajinan me­nyulam yang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kota Solok, sangat menjanjikan secara ekonomis.

Selain sektor perdagangan dan jasa yang terus berkembang di Kota Solok, sektor pertanian se­betul­nya juga cukup menjanjikan. Namun selama ini sektor pertanian bagi ma­syarakat masih dianggap sebagai pekerjaan turun temurun. Sehingga tidak mendatangkan nilai ekono­mis yang lebih menjanjikan bagi masyarakat petani itu sendiri. Pada umumnya masyarakat petani masih menjual hasil pertaniannya dalam bentuk bahan mentah, dalam artian tidak dalam bentuk kemasan tertentu yang dapat mendatangkan keuntungan le­bih.

“Dengan kondisi tersebut yang menikmati keuntungan lebih hanya pihak lain. Sedangkan beras yang dihasilkan di Kota Solok ini sudah ternama dan mempunyai nilai jual lebih di pasaran,” ujar Rama­dhani.

Kata Ramadhani, keinginan mewujudkan Kota Solok sebagai kawasan sentral tumbuhnya usaha kreatif masyarakat dan industri kerajian masyarakat bagi sebagian orang mungkin dinilai sebagai suatu keinginan yang terlalu berlebihan dan akan sulit men­jadi kenyataan. Namun, bagi Ramadhani melihat berbagai peluang yang ada dan dengan ada­nya kemauan yang besar, keinginan tersebut bukan sekedar suatu hal yang mustahil dilakukan dan diwujudkan.

Keinginan tumbuhnya usaha kreatif masyarakat dan industri kerajinan ma­syarakat di Kota Solok seperti yang diungkapkan, diya­kini juga akan menjadikan Kota Solok sebagai daerah penyangga bagi daerah sekitarnya seperti daerah Kabupaten Solok. Daerah Kabupaten Solok yang memiliki potensi alam lebih di sektor pariwisata, secara langsung juga mem­buka peluang bagi Kota Solok sebagai penyedia jasa. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional