Menu

Sodomi 2 Bocah, Waikwaik Hanya Bermodal Rp3 Ribu

  Dibaca : 1348 kali
Sodomi 2 Bocah, Waikwaik Hanya Bermodal Rp3 Ribu
SERTIFIKAT— Delapan pelaku UMKM menerima sertifikat halal gratis dari Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Kantor Kemenag Sawahlunto.
Kekerasan Seksual Anak

ilustrasi.

PASAMAN, METRO–Rupanya, untuk menyodomi dua murid Sekolah Dasar (SD), Waikwaik, gaek 63 tahun asal Bonjol, Pasaman hanya bermodalkan uang Rp3 ribu. Kedua korban dibujuk untuk diberi uang, agar mau manut dan dipaksa memuaskan nafsu bejatnya.

Pemberian uang itu merupakan hasil pengakuan korban kepada penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pasaman. “Iya, kedua korban diiming-imingi uang Rp3 ribu oleh tersangka agar mau masuk ke rumah, untuk kemudian disodomi,” terang Kasatreskrim Polres Pasaman AKP Syaiful Zubir, Selasa (29/9).

Akibat ulah itu, dua korban GR (8) dan MF (12) mengalami trauma berat. Saking traumanya, psikologis korban harus diperiksa tim medis di Kota Bukittinggi. Sekarang, petugas kepolisian sedang fokus untuk menyembuhkan trauma psikis yang dialami kedua korban. “Trauma korban jelas terlihat sewaktu ditanyai. Mereka kegugupan dan takut melihat tersangka yang kini mendekam di sel tahanan,” sebut Kasatreskrim.

Penyidik PPA kini masih menggali informasi lebih dalam dan mengintrogasi tersangka Waikwaik (63). “Keterangan dari tersangka masih terus digali untuk mengungkap adanya korban lain,” terang Kasatreskrim.

Dituturkan AKP Syaiful Zubir, praktek seksi menyimpang yang dilakukan Waikwaik bermula saat sang kakek seringkali merasa nafsu melihat anak-anak. Lama menyimpan perasaan, akhirnya Waikwaik berusaha membujuk keduanya, untuk mau diajak ke rumah. “Sang kakek awalnya membawa keduanya di rumah, katanya mau dikasih mainan dan uang,” ucap Kasatrskrim.

Namanya anak-anak, GR dan MF manut saja. Sampai di rumah, pintu ditutup rapat oleh Waikwaik. Dia mulai berbuat tak senonoh. Kedua bocah digerayangi. Diperlakukan demikian, GR dan MF risih dan hendak beranjak pergi. Akan tetapi, Waikwaik yang sudah kepalang nafsu, melarang keduanya. Saat itulah kedua korban disodomi.

Usai melampiaskan nafsunya, Waikwaik menyuruh keduanya pulang dan meminta keduanya tutup mulut. Tapi, GR malah mengadu ke orangtuanya beberapa hari kemudian, terkait kelakuan Waikwaik yang sudah menyodominya. Tak terima, Waikwaik dilaporkan ke polisi.

Kini, tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres setempat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hal itu berdasarkan surat penahanan nomor: SP.HAN/05/XI/2015/Reskrim. Waikwaik ditahan selama 20 hari ke depan.
Syaiful menyebutkan, tersangka diancam Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 jo Pasal 292 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (cr5)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional