Menu

Soal Ujian Lecehkan Nabi Muhammad SAW, MUI Lakukan Investigasi Cari Kebenaran

  Dibaca : 855 kali
Soal Ujian Lecehkan Nabi Muhammad SAW, MUI Lakukan Investigasi Cari Kebenaran
TANGGAPI—Sekretaris MUI Kabupaten Solok, Elyunus ketika menanggapi kasus soal ujian semester kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih yang meresahkan umat.

SOLOK, METRO – Kasus soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) semester I kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung, Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW, terus bergulir. Terkait kasus tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok akan melakukan investigasi untuk mencari kebenaran apakah ada unsur kesengajaan sehingga membuat masyarakat resah.

Menurut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok, Elyunus usai mengadakan pertemuan dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Solok, Kamis (12/12) mengatakan, dalam kasus soal ujian semester kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih, memang berpotensi terjadinya pelecehan terhadap umat Islam. Namun tegasnya pihak MUI Kabupaten Solok akan melakukan investigasi dan mendalami kasus yang menimbulkan keresahan ditengah tengah masyarakat itu.

“Kejadian tersebut masuk ranah penistaan agama atau tidak, itu tergantung dari hasil investigasi yang akan dilakukan oleh Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Solok bersama pihak terkait,” ujar Elyunus.

Menurutnya ada dua sisi yang menjadi perhatian dalam kasus itu. Mekanisme kelembagaan di dinas terkait dan perbuatan yang menyebabkan munculnya soal ujian yang menuai kontroversi ditengah tengah masyarakat.

Secara kelembagaan, proses penyelesian terhadap kejadian itu diserahkan pada yang pihak terkait termasuk sangsi yang akan dikeluarkan. Namun terkait perbuatan oknum yang membuat soal ujian akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

“Secara harfiah, pertanyaan yang ditulis dalam soal ujian tersebut jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan umat Islam. Karena sifat Nabi Muhammad jauh dari sifat dan sikap seperti yang dimuat di soal ujian anak SD tersebut,” tegas Elyunus.

Untuk klarifikasi atas kasus tersebut telah disampaikan oleh pihak pihak yang terlibat dalam pembuatan soal ujian mata pelajaran PAI semester I kelas IV SD di Kecamatan Junjung Sirih. Seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar, pihaknya juga telah melakukan investigasi dan memanggil semua pihak yang terlibat dalam pembuatan soal tersebut.

Dijelaskannya, sebetulnya ujian dengan mata pelajaran PAI murid SD telah berlangsung pada hari Senin (9/12) lalu. Namun pada hari Rabu (11/12) kemarin tiba tiba kasus tersebut heboh ditengah tengah masyarakat dan menjadi viral di jejaring sosial.

Memang untuk soal ujian semester bagi murid SD di buat oleh masing masing koordinator wilayah kecamatan. Dalam penyusunan soal ujian dibentuk tim setelah rapat kepala sekolah di masing masing kecamatan yang ada didaerah Kabupaten Solok.

Untuk membuat materi soal ujian dilakukan oleh tim pembuat soal yang terdiri dari unsur guru yang ditunjuk. Kemudian, soal itu akan diedit lagi oleh tim revisi atau editor dan baru diserahkan ke panitian pelaksana ujian dan Koordinator Wilayah (Korwil) kecamatan untuk dicetak.

Dari temuan investigasi, lanjut Zulkisar, ada perbedaan antara soal awal yang dibuat dengan soal yang dicetak yang dibagikan kepada peserta ujian. Dan ini ada kelalaian dalam pengawasan sehingga soal tersebut lolos dari tim editor.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, soal ujian semester I kelas IV SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, menimbulkan keresahan ditengah tengah masyarakat. Pasalnya disalah satu poin pertanyaan pada mata pelajaran PAI yang diuji, dinilai melecehkan nabi Muhammad SAW.

Dalam soal pilihan ganda pada mata pelajaran PAI yang dibagikan pada murid SD se Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, tertera pada urutan soal nomor ke 13, tertulis “Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani ?. Dalam menjawab pertanyaan itu, diberikan pilihan jawaban: A. Malas Belajar B. Mengerjakan tugas belajar C. Menjaga nama baik sekolah dan guru D. Menjaga nama baik orang tua

Atas pertanyaan yang diberikan dalam soal ujian semester murid kelas IV SD se Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok itu menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Bahkan soal ujian tersebut sempat viral di jejaring sosial dan dinilai melecehkan nabi Muhammad SAW. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional