Menu

Soal PSBB, Sijunjung masih Lakukan Kajian

  Dibaca : 755 kali
Soal PSBB, Sijunjung masih Lakukan Kajian
KOMPAK— Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Wabup Arrival Boy dan Sekdakab Zefnihan membahas percepatan penanganan Covid-19 untuk Sijunjung bersama wartawan.

SIJUNJUNG, METRO
Terkait rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Provinsi Sumbar, Pemkab Sijunjung hingga kini masih melakukan kajian dan pembahasan, baik dari teknis, dampak dan penganggaran untuk hal itu.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Sijunjung Yuswir Arifin saat menggelar jumpa pers bersama gugus tugas dan membahas percepatan penanganan Covid-19. “Saya meminta kepada Kesbangpol untuk melakukan kajian tentang PSBB ini, bagaimana penerapannya, dampak dan anggaran yang perlu disiapkan,” kata Bupati didampingi Wabup Arrival Boy dan Sekdakab, Zefnihan.

”Di sisi lain, sekarang kita juga tengah melakukan rasionalisasi APBD untuk penanganan virus corona ini. Dan yang jelas pelaksanaan kegiatan pembangunan yang telah kita susun sebelumnya otomatis akan berubah, karena adanya pengalihan anggaran untuk ini,” terangnya.

Yuswir Arifin mengatakan, hingga saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sijunjung. Namun mengatakan bahwa hingga kini tercatat sebanyak 3555 orang perantau yang masuk ke Sijunjung.

”Dari semua itu, dan hingga kini belum ada kasus yang terkonfirmasi positif corona di Sijunjung. Namun semua orang yang baru datang tersebut untuk selalu dalam pemantauan,” tuturnya, Jumat (17/4).

Sedangkan tentang rencana pemberian bantuan kepada masyarakat yang ekonominya terdampak juga masih melakukan pendataan hingga tingkat nagari/desa. ”Agar masyarakat yang menerima merupakan yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran. Sedangkan untuk kebijakan dan lainnya kita masih tunggu edaran dari pusat dan pembahasan di DPRD,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, Pemkab Sijunjung mengatakan akan lebih memperbaiki sistem, serta melakukan kordinasi dengan semua sektor. ”Kita akui bahwa masih banyak yang perlu kita benahi, karena tidak ada yang siap untuk menghadapi situasi seperti ini. Namun perlahan akan kita tata lebih baik lagi kedepan, termasuk kordinasi dengan semua sektor dan pembentukan posko penanganan yang representatif,” ungkapnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional