Menu

Soal Penambahan Modal BPRS Jam Gadang, 2020, Pemko Terima Deviden Rp864 Juta

  Dibaca : 69 kali
Soal Penambahan Modal BPRS Jam Gadang, 2020, Pemko Terima Deviden Rp864 Juta
PEMANDANGAN--Walikota Bukittinggi Erman Safar menjawab pemandangan fraksi tentang penambahan Modal BPRS Jam Gadang.

BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menjawab pemandangan umum frak­si terhadap Ranperda pe­nambahan penyertaan mo­dal kepada BPR Syariah Jam Gadang. Jawaban itu disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung DP­RD, Kamis (19/8).

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menga­pre­siasi, masukan fraksi fraksi di DPRD terkait Ranperda penambahan penyertaan modal pada BPR Syariah Jam Gadang pada pari­purna sebelumnya. Secara garis besar, wako men­jawab pertanyaan seluruh fraksi di DPRD Bukittinggi.

“PT.BPR Syariah Jam gadang selama ini sudah membantu pelaku usaha yang masih lemah dalam permodalan di sektor UM­KM dengan total nasabah berjumlah 473 orang de­ngan total Pembiayaan sebesar Rp15.364.157.519.

Sejak awal PT. BPR Jam Gadang berdiri hingga saat ini menjadi PT. BPRS Jam Gadang, Pemko  Bukittinggi telah melakukan penyer­taan modal sebanyak dua kali. Pada awal pendirian sebesar Rp 250 juta tahun 2017 sebesar Rp5 miliar.

“Dengan demikian hing­ga saat ini penyertaan mo­dal dari Pemko Bukit­tinggi ke dalam Modal BPR Syariah Jam Gadang ber­jumlah Rp5, 250 miliar. De­ngan total deviden yang diterima sejak melakukan penyertaan mo­dal sampai akhir tahun 2020 sebesar Rp 864.420.438,” jelas Er­man Safar.

Wako juga sependapat, penambahan penyertaan modal pada PT. BPR Sya­riah Jam Gadang akan di­bahas ditingkat pansus dengan mengedepankan asas peningkatan penda­patan daerah serta pe­ningkatan kesejahteraan umum yang sesung­guh­nya, dengan mengkaji dari aspek langsung yang ber­hubungan dengan pere­konomian daerah teruta­ma bagi masyarakat. Se­hingga penyertaan modal yang dilakukan tidak hanya bertujuan penambahan pendapatan daerah saja tapi juga memberikan efek positif bagi masyarakat kota Bukittinggi khususnya nasabah PT. BPR Syariah Jam Gadang.

“Hingga saat ini pe­nyertaan modal Pemko Bukittinggi ke dalam modal BPR Syariah Jam Gadang berjumlah Rp 5.250.000 .000. Sedangkan untuk me­menuhi modal dasar minimal Rp.15.000.000. 000, ma­sih terdapat kekurangan sebesar Rp 9.750.000.000. Jadi besaran penetapan penyertaan modal akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan ranperda Pe­ru­bahan APBD yang ten­tunya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” jelas Erman.

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan, menyam­paikan, setelah jawaban wali kota ini, tentunya DP­RD akan melakukan rapat internal untuk menen­tu­kan, strategi pembahasan ranperda pe­nambahan pe­nyertaan mo­dal pada BPR Syariah ini.

“Keputusannya tentu nanti ditentukan oleh se­luruh Anggota DPRD. Ka­rena kita lembaga DPRD mengusung asas kolektif kolegial. Apakah nanti di­bu­at pansus atau bagai­mana. Intinya inti akan diselesaikan dengan mak­simal untuk meningkatkan kesejah­te­raan masyarakat Bukit­ting­gi,” ujar Herman. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional