Close

Soal Larangan Ekspor CPO dan Migor, DPR Minta Petani Sabar

Anggota Komisi VII DPR Yulian Gunhar.

JAKARTA, METRO–Larangan ekspor CPO dan minyak goreng (migor) ternyata memicu gejolak di kalangan petani sawit. Ang­gota Komisi VII DPR Yulian Gunhar meminta para petani untuk lebih bersabar.

Dia memprediksi kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng tidak bertahan lama. Hal itu berkaca dengan kebijakan larangan batu bara bebe­rapa waktu lalu.

Dengan demikian, Yu­lian Gunhar meminta para petani sawit tidak usah terlalu gundah terhadap kebijakan pemerintah. Berkaca dengan kebijakan larangan ekspor batu bara yang hanya berlangsung 12 hari, maka kebijakan larangan ekspor CPO dan minyak goreng bisa berpotensi sama.

 “Ketika pemerintah me­larang ekspor CPO dan minyak goreng terhitung 28 April 2022 sampai waktu yang tidak ditentukan, pertanyaannya apakah mungkin Indonesia akan me­lakukan larangan ekspor CPO dan minyak goreng ini untuk jangka waktu yang lama?” kata Gunhar kepada JawaPos.com, Selasa (26/4).

Gunhar sangat meyakini bahwa CPO dan minyak goreng saat ini masih menjadi sumber komoditas pe­nyumbang devisa terbesar. Bahkan, industri sawit telah menjadi andalan da­lam neraca perdagangan Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, larangan ekspor CPO dan minyak goreng tidak akan bertahan lama. Sama seperti kebijakan larangan ekspor batu bara yang juga menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia.

Dalam analisis Gunhar, prediksi tidak akan bertahan lamanya kebijakan pela­rangan ekspor itu berdasarkan alasan stabilitas neraca perdagangan Indonesia. Apalagi kini sudah ada gejolak di kalangan petani sawit. Gejolak itu diperparah pula dengan mahalnya harga pupuk.

 “Kalau kita tetap lakukan larangan ekpor CPO dan minyak goreng dalam jangka panjang, selain a­kan mengganggu neraca perdagangan, juga bisa menimbulkan gejolak di kalangan petani sawit rak­yat. Apalagi ongkos pro­duksi dan harga jual yang tidak seimbang akibat mahalnya harga pupuk,” katanya.

Saat diberlakukan pe­larangan ekspor CPO dan migor, diperkirakan harga CPO internasional semakin tinggi, karena Indonesia termasuk eksportir CPO terbesar di dunia. Hal itu akan membuka keran ekspor saat harga tinggi. “Indonesia akan diuntungkan saat keran ekspor CPO dan sawit direlaksasi kembali nantinya,” katanya.

Di sisi lain, Gunhar men­dorong Kejaksaan A­gung untuk terus melaksanakan proses hukum terhadap para mafia migor. Dia berharap pemberantasan mafia diperluas kepada sektor-sektor perdagangan lainnya. (jpc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top