Menu

Soal Impor Beras, Menteri BUMN Buka-bukaan

  Dibaca : 366 kali
Soal Impor Beras, Menteri BUMN Buka-bukaan
Ilustrasi inpor beras

JAKARTA , METRO–Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan terkait impor beras di salah satu acara di media sosial. Pada wawancana bersama Dedd­y Corbuzier, Erick menye­but ada dua masalah u­tama dalam importasi be­ras dalam negeri.

“Masalah yang terkait dengan kebijakan serta kondisi belum adanya program satu data nasional,” ujar Erick dalam wawan­cara di salah satu media sosial dengan di Jakarta, Selasa (1/6).

Menurutnya, harus ada perubahan pada kebijakan importasi beras. “Antara impor dan produksi tidak pernah dijadikan satu titik,” katanya.

Erick menyebut Pre­siden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa data di Indonesia tidak pernah menjadi satu. Oleh karena itu, pendiri Mahaka Group ini menilai program satu data nasional harus ter­wujud. “Kalau program ini tidak diwujudkan, semua­nya akan menjadi tidak jelas atau grey area,” kata Menteri BUMN tersebut.

Contoh lain, lanjutnya, soal pupuk yang saat ini sekitar 53 persen atau 57 persen sudah nonsubsidi. Namun subsidi yang dibe­rikan oleh pemerintah se­besar Rp 19 triliun naik menjadi Rp 33 triliun.

Secara teori, kata Men­teri BUMN itu, kalau pa­sarnya menyusut maka subsidi harusnya semakin kecil. “Dengan digitalisasi, dengan satu data nasional ini kesempatan bagi Indonesia. Ini yang harus kami perbaiki. Waktunya tidak panjang, kalau dalam 3-5 tahun ke depan tidak me­ngubah hal tersebut, ter­lambat,” bebernya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah me­nandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Kebera­daan aturan data ini ber­tujuan agar pemerintah dapat mengumpulkan data dalam satu pintu yang akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses.

Data yang tersedia ter­masuk pangan, energi, infrastruktur, maritim, pen­didikan, kesehatan, pen­didikan, ekonomi, industri, pariwisata, hingga refor­masi birokrasi. Menteri Perencanaan Pemba­ngu­nan Nasional/Kepala Ba­dan Perencanaan Pemba­ngunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Mo­noarfa menyebut Satu Da­ta Indonesia (SDI) juga akan mendukung upaya pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dampak Covid-19 pada 2021. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional