METRO BISNIS

Soal Impor Beras, Menteri BUMN Buka-bukaan

×

Soal Impor Beras, Menteri BUMN Buka-bukaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi inpor beras

JAKARTA , METRO–Menteri BUMN Erick Thohir buka-bukaan terkait impor beras di salah satu acara di media sosial. Pada wawancana bersama Dedd­y Corbuzier, Erick menye­but ada dua masalah u­tama dalam importasi be­ras dalam negeri.

“Masalah yang terkait dengan kebijakan serta kondisi belum adanya program satu data nasional,” ujar Erick dalam wawan­cara di salah satu media sosial dengan di Jakarta, Selasa (1/6).

Menurutnya, harus ada perubahan pada kebijakan importasi beras. “Antara impor dan produksi tidak pernah dijadikan satu titik,” katanya.

Erick menyebut Pre­siden Joko Widodo pernah mengatakan bahwa data di Indonesia tidak pernah menjadi satu. Oleh karena itu, pendiri Mahaka Group ini menilai program satu data nasional harus ter­wujud. “Kalau program ini tidak diwujudkan, semua­nya akan menjadi tidak jelas atau grey area,” kata Menteri BUMN tersebut.

Baca Juga  Galaxy S10 Bakal Usung Memori Internal 1 TB

Contoh lain, lanjutnya, soal pupuk yang saat ini sekitar 53 persen atau 57 persen sudah nonsubsidi. Namun subsidi yang dibe­rikan oleh pemerintah se­besar Rp 19 triliun naik menjadi Rp 33 triliun.

Secara teori, kata Men­teri BUMN itu, kalau pa­sarnya menyusut maka subsidi harusnya semakin kecil. “Dengan digitalisasi, dengan satu data nasional ini kesempatan bagi Indonesia. Ini yang harus kami perbaiki. Waktunya tidak panjang, kalau dalam 3-5 tahun ke depan tidak me­ngubah hal tersebut, ter­lambat,” bebernya.

Baca Juga  OJK Perluas Akses Pembiayaan UMKM di Sumbar, BPR dan BPRS Diwajibkan Beri Kemudahan

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah me­nandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Kebera­daan aturan data ini ber­tujuan agar pemerintah dapat mengumpulkan data dalam satu pintu yang akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses.

Data yang tersedia ter­masuk pangan, energi, infrastruktur, maritim, pen­didikan, kesehatan, pen­didikan, ekonomi, industri, pariwisata, hingga refor­masi birokrasi. Menteri Perencanaan Pemba­ngu­nan Nasional/Kepala Ba­dan Perencanaan Pemba­ngunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Mo­noarfa menyebut Satu Da­ta Indonesia (SDI) juga akan mendukung upaya pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dampak Covid-19 pada 2021. (jpnn)