Menu

Soal Dana Kejuaran Gulat Rp500 Juta, Koordinasi Dana Tanggungjawab Ilmarizal

  Dibaca : 122 kali
Soal Dana Kejuaran Gulat Rp500 Juta, Koordinasi Dana Tanggungjawab Ilmarizal
Andre Algamar

PADANG, METRO–Gonjang ganjing me­nyangkut dana kejuaraan gulat berlevel inter­na­sio­nal sebesar Rp500 juta, menurut Ketua PGSI Kota Padang, Andre Algamar yang menegaskan tidak mengetahui seluk beluk pengambilan dana kejua­raan gulat sebesar Rp 500 juta tersebut. Namun, me­nyangkut dana ratusan juta tersebut di bawah koor­dinasi Ilmarizal selaku sekretaris panitia.

“Saya tidak menge­ta­hui kalau ada dana panitia sebesar Rp 500 juta, sebab tidak pernah masuk ke dalam rekening panitia. Jadi saya mengetahuinya setelah adanya postingan anggota DPRD Padang, Budi Syahrial di media sosial,” ungkap Andre Al­gamar, selaku Ketua Pa­nitia Kejuaraan Gulat Inter­nasional, Rabu (25/8)

Dikatakan Andre, ke­jua­raan yang mengundang pegulat manca negara di­gelar bulan April 2020, na­mun karena pandemi C­o­vid-19 ivent tersebut gagal dilaksanakan.”Padahal per­siapan sudah mencapai 85 persen. “Sedangkan tiket untuk wasit serta pas­por peserta sudah kita ki­rim. Namun karena Covid-19 kejuaraan tersebut batal dilaksanakan,” ujar Kadis Perdagangan Kota Padang itu.

Heboh melalui  media sosial, panitia pelaksana kejuaraan gulat sudah me­ngambil dana sebesar Rp 500 juta. Namun dikon­fir­masikan ke Ketua PGSI, Andre Algamar menga­takan, tidak pernah me­ngambil dana ratusan juta tersebut. Bahkan, dana itu tidak pernah masuk ke rekening panitia. Lalu siapa yang mengembat dana ratusan juta rupiah ter­sebut? “Sebaiknya tanya­kan saja kepada sekretaris panitia Ilmarizal, sebab semua urusan uang dia yang mengkoordinir,” jelas Andre.

Dikatakan Andre, kapa­nitiaan kejuaraan gulat internasional itu sudah terbentuk yang ia ketuai sendiri Sekretaris Ilma­rizal. Namun, Andre lupa nama bendahara pani­tia­nya. Dan ia mengakui, me­mang telah ada penge­luaran untuk kegiatan ke­pa­nitiaan yang menyang­kut biaya ATK, biaya ako­modasi rapat, medali, baju kaos panitia, akomasi ra­pat.

Jika dikalakulasikasikan pengeluaran mungkin ha­nya sekitar puluhan juta. Kejuaraan Gulat Inter­na­sional sedianya dilak­sa­nakan 8 hingga 13 April 2020. Bahkan, persiapan kejuaraan sudah mencapai 85 persen, karena kejua­raan tinggal dua minggu lagi. Kegiatan direnca­na­kan selama seminggu

Selain itu surat PB PGSI sudah keluar. Undangan sudah ditebar termasuk penugasan wasit dan juri sudah jelas semua. Wasit dari luar negeri sudah di­kirimkan undangannya se­perti dari Thailand.

Namun, Maret bencana non alam Covid -19, me­landa negeri ini sehingga tak bisa dilaksnakan. Maka dengan sendirnya, dana Silpa kegiatan tentu de­ngan otomatis kembali ke KONI Padang.

Sementara itu, anggota DPRD Padang Budi Sya­h­rial SH bakal menindak­lanjuti dugaan pencairan dana fiktif tersebut. Se­bagai lembaga penga­wa­san bakal membahas de­ngan teman-teman Komisi IV.

“Kami tunggu kawan kawan dari Komisi IV yang membidangi Dispora dan KONI Padang., untuk me­manggil KONI Padang he­a­ring mempertanyakan penggunaan dan laporan dana tersebut,” tulis Budi Syahrial SH, anggota Ko­misi I DPRD Padang.

Kabarnya, santer isu dana KONI Kota Padang tahun 2019-2020 untuk pe­laksanaan kejuaraan Gulat Internasional dicairkan dana sebesar Rp500 juta, tapi kenapa kegiatannya tidak ada laporan kejua­raannya.

Katanya, alek kejua­raan Gulat tersebut gagal dilaksanakan karena ter­kendala virus Covid-19 melanda negeri ini. Tapi kenapan dana APBD yang pergunakan tersebut le­nyap begitu saja seperti batu dilemparkan ke lubuk. Sehingga habis begitu saja.

“Jika kejuaraan itu tidak jadi dihelat, tentu ada sisa lebih penggunaan an­g­garannya (Silpa) dana A­PBD di KONI Kota Padang tersbut. Ya tidak bisa habis begitu saja. Karena tidak ada pengeluaran dana un­tuk honor wasit juri dan biaya sewa lapangan dan lainnya,” tulis Budi. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional