Close

SMA N 1 Situjuah Lakukan Penyemprotan

LIMAPULUH KOTA, METRO–Upaya pencegahan dan Penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah tidak saja dilakukan de­ngan Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat serta Vaksinasi oleh warga dan Pihak sekolah, namun juga dengan pe­nyemprotan Disenfektan pasca digelarnya Proses Belajar Mengajar (PBM) diseluruh ruangan kelas, ruang guru serta ruangan lainnya.

Sebelumnya, ratusan siswa di sekolah yang berada di Nagari Pe­ju­ang, Situjuah itu me­ngi­kuti Vak­sinasi Covid-19 yang di­gelar TNI-Polri. Dari ra­tusan yang telah di vaksin itu, beberapa orang dian­taranya tidak bisa me­ngikuti Vaksinasi karena tidak lolos dari hasil pe­meriksaan kese­hatan.

Menurut kepala SMA N 1 Situjuah, Sofia Majid, S.Pd pihaknya tidak saja mela­kukan upaya-upaya pen­cegahan penyebaran virus Covid-19 dengan Pe­ne­rapan Protokol Kese­hatan yang ketat bagi warga sekolah, namun juga secara  berkala me­lakukan Penyemprotan Disenfektan.

“Iya, untuk pen­cega­han penyebaran virus Covid-19 kita lakukan upa­ya secara maksimal. Tidak saja dengan melakukan penerapan Prokes secara ketat, namun juga kita lakukan penyemprotan cairan Disenfektan secara berkala setelah PBM Tatap Muka Terbatas kita gelar,” sebut Sofia Majid, Sabtu (18/9).

Ia juga menam­bah­kan, upaya ketat yang dilakukan pihaknya ber­sama-sama disekolah dan didukung Komite serta Forkopimca diharapkan dapat memutus mata ran­tai penyebaran virus Co­vid-19, sehingga PBM Ta­tap Muka yang saat ini digelar secara terbatas (jumlah siswa 50 per­sen.­red) bisa segera digelar secara penuh/tidak ada pembatasan jumlah siswa di kelas.

“ Tentu kita berharap tidak terjadi lagi pe­nam­bahan kasus Positif Covid-19 di lingkungan sekolah maupun di masyarakat, sebab sebelumnya warga sekolah (siswa dan murid) ada yang positif sehingga sekolah/PBM Tatap Muka sempat diliburkan. Selain itu kita juga terus meng­himbau orang tua/wali murid untuk tidak ragu dalam memberikan izin anaknya untuk di vaksin,” tutupnya.

Sebelumnya dalam pe­laksanaan Vaksinasi Dosis pertama yang di­gelar Rabu 15 September 2021 telah di vaksin 216 siswa/i yang telah men­dapatkan izin dari orang tua, empat orang tidak bisa di vaksin karena tidak lolos hasil pemeriksaan kesehatan karena de­mam. Vaksin lanjutan untuk sis­wa/i yang belum di vaksin sama sekali dijadwal a­kan segera dilaksanakan, de­ngan jumlah siswa/i yang telah mendapatkan izin mencapai 16 orang. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top