Menu

SMA 1 Batusangkar Bersiap Belajar Tatap Muka

  Dibaca : 922 kali
SMA 1 Batusangkar Bersiap Belajar Tatap Muka
PIMPIN RAPAT— Kepala SMA 1 Batusangkar Rahmad bersama pengurus komite, memimpin rapat rencana belajar dengan sistem tatap muka.

TANAHDATAR, METRO
Menyikapi rencana belajar tatap muka di selurruh tingkatan sekolah di Tanahdatar, SMA 1 Negeri menggelar rapat bersama mejelis guru, Komite sekolah serta perwakilan orang tua siswa di auditorium sekolah setempat, Selasa (8/12). Rapat tersebut dilakukan sesuai protokol Covid-19 dan abad kebiasan baru (AKB) pakai masker, sosial distancing sebelum rapat cuci tangan.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menggelar rapat untuk menyikapi peluang pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19, Plt Bupati H Zuldafri Darma bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kemenag Tanahdatar bersama dinas terkait lainnya menggelar rapat koordinasi dan persiapan, Senin (7/12).

“Pemerintah Daerah tentunya jangan gegabah dan serta merta membuka PBM tatap muka tanpa pertimbangan yang matang. Karena potensi ketika terjadinya kluster baru penyebaran kasus Covid-19 masih tetap terbuka,” ujar Zuldafri.

Di satu sisi, tambah Zuldafri, keinginan orangtua maupun para siswa di Tanahdatar cukup tinggi untuk bisa segera melaksanakan PBM tatap muka. “Kondisi Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa untuk belajar secara daring dari rumah, karena berlangsung cukup lama menimbulkan siswa bosan sehingga rindu dan ingin belajar langsung tatap muka,” ujar Zuldafri.

“Namun hendaknya konsep ideal yang mengatur pelaksanaan ini harus kita miliki sebelum PBM tatap muka dilaksanakan, maka lakukan evaluasi secara mendalam langkah yang harus dilakukan, untuk kebaikan kita bersama, karena kita tidak ingin ada kluster baru penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19,” tukas Zuldafri.

Sebelumnya, Kadis Dikbud Riswandi menyampaikan, rapat koordinasi ini dilaksanakan menyikapi keputusan menteri tentang peluang daerah untuk melaksanakan PBM secara tatap muka. “Sesuai keputusan bersama empat menteri, diputuskan proses PBM tatap muka dilaksanakan sesuai keputusan masing-masing daerah, karenanya kita bersama-sama mengkaji peluang dari segala segi dan aspek, termasuk prosedur kesehatan yang harus dilakukan,” ujar Riswandi.

“Karenanya dalam rakor ini kita hadirkan seluruh elemen dan unsur terkait di bidang pendidikan dan OPD terkait seperti Satpol PP, Dinkes dan lainnya untuk memberikan masukan, saran dan kritikan terhadap langkah yang ideal kita lakukan dalam rencana PBM tatap muka ini,” ujar Riswandi.

Sementara, Kadis Kesehatan dr Yesrita Zedrianis menyampaikan, pelaksanaan PBM tatap muka bagi siswa ini memang hendaknya dikaji secara mendalam. “Sekiranya rencana PBM tatap muka dilaksanakan, Prokes dengan 3 M harus prioritas utama, termasuk sekolah hendaknya menyediakan tempat cuci tangan,” ujar Riswandi.

Kemudian yang terpenting lagi, tambah Yesrita, sosialisasi dan pengawasan dari guru kepada orang tua dan siswa harus lebih intens lagi. “Guru kiranya mensosialisasikan bahaya, cara penularan dan cara memutus Covid-19, agar siswa terutama siswa SD jangan saling bertukar masker, karena di masker menyisakan droplet yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19,” ujar Yesrita. (ant)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional