Close

Slamet Maarif: Jenderal Dudung Enggak Usah Cari Panggung

Slamet Maarif.

JAKARTA,METRO–Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif menyarankan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tidak terus mencari pang­gung. Slamet Maarif mengungkap itu me­res­pons pernyataan Jen­deral Dudung soal jangan terlalu dalam mempelajari agama.  “Enggak usah cari pang­gung dengan hal-hal yang dapat memecah belah TNI dan umat,” kata Sla­met melalui layanan pesan, Senin (6/12).

Mantan Juru Bi­cara FPI itu meminta Jen­deral Dudung fo­kus kepada tugas po­kok dan fungsi seba­gai KSAD. Sebab, ujar dia, masih ba­nyak pekerjaan ru­mah di kemiliteran yang belum bisa dise­le­saikan mantan Pang­dam Jaya dan Pang­­kostrad itu.  “Pak Dudung kembalilah fokus pada tupok­si­nya saja. Banyak PR (pekerjaan rumah, red) besar di TNI yang harus diselesaikan,” ungkap Slamet Maarif.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis mengaku tidak paham substansi ucapan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang berbicara tentang jangan terlalu dalam mempelajari agama. “Saya tidak tahu apa yg dimaksud beliau. Makanya saya tanya, apa maksudnya?” tanya Kiai Cholil, sapaan Muhammad Cholil Nafis, melalui layanan pesan, Senin (6/12

Dia kemudian menyinggung pernyataan Jenderal Dudung berbenturan dengan salah satu hadis yang megajak umat agar mau memahami, bahkan men­dalami ajaran-ajaran agama.  “Orang yang dike­hen­daki baik oleh Allah SWT, di antaranya, orang yang paham agama, bahkan yang mendalami agama,” beber pria yang menempuh Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI itu.

Jenderal Dudung sebelumnya memberikan ceramah subuh di salah satu masjid dan pada akhirnya menuai sorotan publik. Pasalnya, Jenderal Dudung menyarankan agar tidak terlalu dalam ketika mempelajari agama. Jenderal bintang empat itu saat berceramah juga menyinggung ada beberapa tingkatan orang beriman antara lain iman taklid (hanya mengikuti), iman ilmu, iman iyaan, dan iman haq. Dudung kemudian menyebut banyak dari kalangan umat Islam yang terpengaruh beberapa hadis Nabi Muhammad SAW.

“Banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, katanya hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” kata Dudung. (ast/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top