Menu

Skema New Normal Mengacu pada Protokol Kesehatan 

  Dibaca : 345 kali
Skema New Normal Mengacu pada Protokol Kesehatan 
TELECONFERENCE— Bupati Limapuluh Kota H Irfendi Arbi bersama Forkopimda usai teleconference dengan Gubernur Sumbar.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menyatakan siap menerapkan kenormalan baru di tengah wabah Covid-19. Namun, pelaksanaan skema new normal tersebut,  harus mengacu pada protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam teleconference dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan unsur Forkopimda Sumatera Barat dan Kabupaten Limapuluh Kota di pendopo rumah dinas bupati, Rabu (3/6).

“Kita siap untuk  melaksanakan kenormalan baru mulai tanggal 8 Juni di bidang ibadah, pendidikan, pasar, dan pariwisata. Tetapi, semua aktivitas tersebut harus tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” ungkap Irfendi.

Dikatakan, terkait dengan kenormalan baru tersebut, saat ini pihak Pemkab Limapuluh Kota tengah mempersiapkan berbagai hal termasuk aturan-aturan yang harus dilaksanakan. Aturan itu misalnya, harus memakai masker, jaga jarak, penyediaan sarana cuci tangan di tempat ibadah, pasar, lokasi wisata, sekolah dan lainnya.

“Dalam pelaksanaan era kenormalan baru itu tentunya kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan peraturan pemerintah,” papar Irfendi sembari berharap semua pihak terkait di daerah ini tetap memiliki kesiapsiagaan dalam menangani penyebaran virus mematikan dimaksud.

Untuk kedai-kedai misalnya, lanjut Irfendi, kemungkinan nantinya akan ada pembatasan jumlah pengunjung yang masuk, serta kewajiban untuk menerapkan cuci tangan, pakai masker, jaga jarak antara pembeli dengan pembeli lainnya dan dengan penjual.

Begitu juga aturan di tempat ibadah, sekolah, tempat wisata dan lainnya, harus patuh dengan aturan yang ada. Rumah ibadah, tentunya juga harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku, jamaah harus menggunakan masker, menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan dan ketentuan yang berlaku lainnya. ”Kita tentu tidak mau pasar, rumah ibadah, sekolah dan tempat wisata itu menjadi tempat penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Lebih jauh Irfendi berharap, penerapan kenormalan baru ini nantinya mampu memulihkan perekonomian masyarakat yang sebagian besar cukup terdampak oleh pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak beberapa bulan mendatang. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional