Menu

Skema Mitigasi Tsunami Berubah, Jangan Tunggu Sirene! Gempa Besar, Tubuh Oleng, Langsung Lari

  Dibaca : 1129 kali
Skema Mitigasi Tsunami Berubah, Jangan Tunggu Sirene! Gempa Besar, Tubuh Oleng, Langsung Lari
Ilustrasi

AIAPACAH, METRO – 10 tahun gempa, setelah meluluhlantakkan Kota Padang pada 30 September 2009 lalu, BPBD Kota Padang mengumumkan perubahan teori mitigasi bencana gempa dan tsunami bagi warga.

Perubahan itu terjadi pada langkah penyelamatan diri sesudah gempa terjadi. Jika sebelumnya warga baru disuruh lari menyelamatkan diri setelah mendengar sirene tsunami yang ditandai dengan air laut menyurut. Sekarang teori itu terbantahkan.

BPBD Kota Padang berharap warga lebih mengambil langkah cepat. Artinya, saat ini warga dianjurkan untuk langsung lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan gempa yang cukup besar dan membuat tubuh oleng.

“Kalau kekuatan gempa sudah membuat kita oleng dan susah berdiri. Segera saja lari menyelamatkan diri tanpa harus menunggu aba-aba dari pihak manapun. Karena bisa jadi gempa itu berpotensi menimbulkan tsunami,” sebut Kalaksa BPBD Kota Padang, Edy Hasymi di Media Center Balaikota Padang, Jumat (27/9).

Perubahan teori ini disepakati setelah terjadinya gempa Palu. Di mana, tanpa didahului dengan gempa, bencana tsunami tiba-tiba datang. Berdasarkan kejadian itu, maka untuk memimimalisir korban, warga langsung disuruh lari sesudah setelah gempa agak besar terjadi.

Tak hanya itu, bagi warga yang sedang berkendaraan, lalu terjebak macet, maka dalam kondisi yang mendesak itu diminta segera mematikan kendaraan dan menguncinya. Lalu menyelamatkan diri dengan berlari.

“Kalau keadaan mendesak seperti itu, tingalkan saja kendaraanya. Lalu lari,” sebut Edy lagi.

Langkah mitigasi seperti ini, menurut dia sudah disampaikan pada saat simulasi gempa dan tsunami kepada warga. Namun, sayang animo warga untuk mengikuti simulasi terus berkurang. Melalui momentum 30 September nanti, semua warga, sebut Edi diajak untuk mengingat kembali dengan bencana gempa besar yang pernah meluluhlantakkan kota Padang.

Gempa 30 september 2009 itu selalu diingatkan agar warga tidak lupa. Pasalnya, ada potensi gempa yang lebih besar lagi yang akan terjadi di Padang dan memakan banyak korban. Dan, warga harus siap menghadapinya.

Tepat pada Senin, 30 September 2019 nanti, Pemko Padang akan kembali memperingatinya agar masyarakat tidak lupa. Peringatan nanti dimulai dengan tabliq akbar dari Masjid Agung Nurul Iman. Setelah itu, rombongan akan mengarah ke tugu Monumen Korban Gempa di Taman Melati dan berdoa bersama di sana. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional