Close

Siswa SMP harus Divaksin baru Boleh PTM di Kota Padang, Yan Hendrik: Minimal Dosis Satu

PTM DI SMPN 21— Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMPN 21 Padang, kemarin berlangsung aman dengan penerapan protokol kesehatan. Siswa yang boleh belajar di sekolah sudah divaksin, sedangkan yang belum divaksin tetap belajar di rumah.

PADANG BASI, METRO–SMP Negeri 21 Kota Padang memulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (4/10). Penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar tatap muka dilakukan dengan protokol kesehatan, dan siswa yang hadir di sekolah sudah disuntik vaksin.

Kepala SMPN 21 Kota Padang, Yan Hendrik mengatakan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap. Satu kelas hanya diisi 50 persen atau setengah jumlah siswa. “Hari ini dimulai tatap muka kelas VII, VIII, IX dan sudah  divaksin minimal dosis satu,” ujar Yan Hendrik, Selasa (5/10).

Sedangkan yang belum divaksin, tetap belajar online. Ia juga mengatakan, rata-rata satu kelas di SMP N 21 berisi 30 siswa. Karena itu, sekolah memberlakukan giliran masuk sesuai urutan dalam daftar hadir.

Ia mengatakan, siswa yang masuk adalah siswa dengan nomor urut pada daftar hadir 1-16 mengikuti pembelajaran tatap muka pada Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan siswa dengan nomor urut 17-32 mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah pada Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar wajib datang ke sekolah menggunakan masker. Selain itu, mereka juga harus membawa bekal dari rumah karena kantin di sekolah belum diizinkan buka,” jelasnya.

Kemudian, setiap akan masuk kelas, siswa melewati pemeriksaan suhu. Karena itu, siswa diminta datang ke sekolah sejak pukul 07.00 WIB meski kegiatan belajar-mengajar dimulai pukul 07.30 WIB.

Ia menambahkan, semua siswa yang datang ke sekolah harus diantar dan dijemput orang tua. Jam istirahat hanya 15 menit dan siswa harus tetap di kelas.

“Selama istirahat itu, siswa masih akan didampingi oleh guru yang mengajar saat itu. Guru yang mengajar akan mendampingi di kelas selama jam istirahat supaya anak-anak tidak berkerumun,” ucapnya.

Pihak sekolah akan terus awasi prokes secara berkala. Agar klaster baru tak muncul dan proses belajar dapat ditingkatkan pelaksanaannya.

Salah seorang peserta Bima (13), merasa senang, belajar tatap muka di sekolah. Ia mengatakan,  sudah jenuh melakukan pembelajaran daring dari rumah. Selain juga gembira lantaran bisa kembali bertemu sahabat dan teman-temannya di kelas.

Selama pandemi Covid- 19, Bima mengaku, suasana belajar menjadi kurang menyenangkan karena tidak dapat bertemu dengan teman-teman. Bersama teman, ia dapat berdiskusi mengenai pelajaran sekolah. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top