Menu

Siswa SMKN 3 Pariaman Tenggelam di Perairan Timika Papua

  Dibaca : 4035 kali
Siswa SMKN 3 Pariaman Tenggelam di Perairan Timika Papua
TENGGELAM— Siswa SMKN 3 bernama Rudy Rahmat Hakim yang dilaporkan tenggelam di perairan Timika Papua belum berhasil ditemukan.

Magang di KM Putra Sejati Satu, Kepala Sekolah No Komen

PADANG, METRO – Tragis. Salah seorang siswa SMKN 3 Pariaman dikabarkan tenggelam ketika mengikuti magang di kapal penangkap ikan KM Putra Sejati Satu yang berlayar di perairan lepas pantai Timika Papua. Mirisnya, hingga saat ini jasad korban belum ditemukan dan bahkan pihak kapal sengaja menutupi kasus itu dengan tidak melaporkannya ke Polisi atau pihak terkait lainnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, siswa SMK Pariaman yang tenggelam itu diketahui bernama Rudy Rahmat Hakim. Pihak kapal yang datang ke rumah korban melaporkan insiden yang terjadi, membuat ibu korban terpuruk dan hingga saat ini terkapar lemah di rumah meng/gigau menganggil-manggil nama korban.

Sementara itu, update informasi tentang perkembangan kasus tenggelamnya siswa SMK Pelayaran Pariaman di perairan lepas pantai Kabupaten Mimika direlease Ketua DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zulhendri Sikumbang setelah mendapat mendapat informasi via Facebook dan kemudian mendapat laporan dari anggota IKM Jayapura.

“Kami langsung melakukan crosscheck kepada pihak keluarga korban di Sumatera Barat. Pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2019 pukul 09.00 WIT, saya didampingi anggota DPRD Mimika, Tanzil dari partai Gerindra membuat laporan polisi di pelayanan polres Mimika sehubungan kasus tenggelamnya siswa mahang SMKN 3 Pariaman dan selanjutnjya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Mimika,” kata Zulhendri.

Seteleh itu, Zulhendri menambahkan, ia juga melakukan rapat koordinasi dengan anggota DPRD Mimika dan kasat Polairud Polres Mimika beserta dengan salah satu pengacara membahas masalah langkah-langkah apa yang harus diambil terkait kasus tenggelamnya siswa SMKN 3 Pariaman itu di perairan lepas pantai Mimika.

“Langkah selanjutnya yg akan diambil oleh Kasat Polairud Polres Mimika akan memanggil Syaiful selaku perwakilan pengurus KM Putra Sejati Satu yang berada di Pomako Timika. Pemanggilan dilakukan hari Sabtu (28/12). Saya juga melakukan koordinasi dengan ketua DPW IKM Jawa Tengah dan ketua DPD Pati Jawa Tengah untuk mendatangi kantor Juana atau pemilik kapal,” ungkap Zulhendri.

Hal itu menurut Zulhendri, untuk menanyakan pertanggung jawaban dari pihak kapal, karena sampai saat ini pemilik kapal atas nama Karjono tidak bisa dihubungi. Terkait persoalan itu, DPW IKM Papua juga meminta kepada Kasat Polairud Polres Mimika juga melakukan pemanggilan terhadap pemilik kapal untuk datang ke Timika.

“Sementara, pihak Basarnas Mimika tidak bisa bergerak mencari korban diperairan lepas pantai Mimika dikarenakan sampai saat sekarang belum ditemukan titik koordinat tempat kejadian perkara (TKP),” jelas Zulhendri.

Terkait dengan kronologi tenggelamnya korban, Zulhendri menuturkan, pada tanggal 28 November, KM Putra Sejati Satu yang ditumpangi korban untuk magang bersandar di pelabuhan TPI Pomako Timika. Kemudian tanggal 1 Desember kapal tersebut berangkat lagi ke Dobo dan tanggal 12 Desember kapl tersebut kembali ke TPI Pomako Timik membongkar ikan.

“Seanjutnya, tanggal 15 Desember, pukul 12.00 WIT, korban Rudy Rahmat Hakim sempat menelpon orang tuanya dan menyampaikan berita kalau akan berlayar ke tengah lautan. Jika tidak ada komunikasi dikarenakan signal tidak ada. Selanjutnya kapal tersebut berangkat meninggalkan pelabuhan TPI Pomako Timika untuk melanjutkan berlayar mencari ikan,” ujar Zulhendri.

Zulhendri menambahkan, tanggal 17 Desember pukul 03.15 WIT, sesuai keterangan yang didapat dari Sumber, korban di atas kapal membuang jaring ke laut. Pada saat itu, kaki korban korban tersangkut dengan jaring sehingga korban terjatuh kedalam lautan lalu tenggelam dan hilang di tengah lautan.

“Selanjutnya, tanggal 25 Desember, nahkoda kapal atas nama Ugimin melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik kapal Karjono yang mana pada saat itu yang bersangkutan berada di Pati. Jawa Tengah. Beberapa hari kemudian pemilik kapal Karjono dan teman-temannya terbang menuju ke Padang, Sumatera Barat bertemu dengan pihak keluarga korban bersama dengan pihak Kepala Sekolah korban untuk menyampaikan kejadian tersebut,” ulas Zulhendri.

Setelah itu pemilik kapal meninggalkan kota Padang Sumatera Barang menuju ke Jawa Tengah. Kemudian, Kamis (26/12), Ketua DPW IKM Papua melakukan koordinasi lewat Wa kepada pemilik kapal untuk menanyakan apakah kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian namun yang bersangkutan menjawab sudah.”Pertanyaan yang kedua Polsek dimana yang menerima laporan? yang bersangkutan tidak membalas pesan WA saya,” jelas Zulhendri.

Hasil analisa, menutur Zulhendri, diduga pemilik kapal atas nama Karjono sengaja mematikan Hp nya untuk menghindar sehubungan atas kejadian tersebut. Laporan yang disampaikan oleh Nahkoda kapal kepada pemilik kapal Karjono dilaporkan 8 hari setelah kejadian. Posisi kapal pada saat dilaporkan Tgl 25 Desember berada 50 mil dari pelabuhan Pomako. Indikasi kejadian tersebut terjadi di perairan lepas pantai Timika.

“Dalam kejadian ini kasat Polairud Polres Mimika tidak mendapat laporan dari Nahkoda maupun pemilik kapal. Setelah dilakukan crosscheck ke Polairud Polres Merauke ternyata petugas juga tidak mendapat laporan sehubungan dengan kasus tersebut. Setelah dilakukan cek kepada Danlanal Timika tidak ada juga laporan tentang kasus itu. Sampai sekarang, korban belum ditemukan,” ulas Zulhendri.

Sekolah Enggan Berkomentar

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Pariaman Rafudin ketika ditemui wartawan dan ditanyai terkait kasus tenggelamnya salah seorang siswanya malah enggan untuk memberikan komentar.

“Saya tidak mau berkomentar tentang musibah tenggelamnya tarunanya saat pelatihan di Timika. Korban merupakan warga Solok. Pihak sekolah beserta perusahaan yang bermitra sudah mengunjungi orang tua korban. Dan pada malam itu antara yang bersangkutan sudah menerima musibah tersebut,” ungkap Rafudin.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Adib Alfikri ketika dihubungi wartawan, malahan belum mendapat informasi secara rinci terkait persoalan itu. ”Belum mendapatkan informasi secara rinci. Kita akan mengkroscek kepada pihak sekolah terkait infromasi itu,” katanya secara singkat. (rgr/z/rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional