Menu

Siswa SD Dibunuh Teman Sekelas

  Dibaca : 5207 kali
Siswa SD Dibunuh Teman Sekelas
Kepala BPTD Wilayah III Provinsi Sumbar, Deny Kusdyana didampingi Kepala Dishub Provinsi Sumbar, Heri Nofiardi meninjau lukisan mural di halte Bus Trans Padang di kawasan Simpang Gia Tabing Padang, yang dilaksanakan komunitas artis mural di Kota Padang, Jumat (18/9).
Anak SD dibunuh anak SD - web

Jasad RNA, bocah kelas V SD diduga tewas karena dipukuli oleh A (14), teman sekelasnya. RNA meninggal setelah dua jam mendapatkan perawatan medis di RSUD Adnaan WD Payakumbuh, Senin (12/10/2015).

LIMAPULUH KOTA, METRO–Seorang murid Sekolah Dasar (SD), meregang nyawa usai dipukuli teman sekelasnya, Senin (12/10) siang. Peristiwa memilukan itu terjadi di SD 07, Jorong Padangjariang, Nagari Situjuah Gadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Korban, RNA (12), duduk di bangku kelas V.

Sang korban, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnaan WD, Payakumbuh untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, korban yang mendapat pukulan di kepala bagian belakang, menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum tewas, korban sempat kejang dan muntah-muntah. ”Korban mengaku dipukuli oleh teman sekelasnya berinisial AN (14),” terang Ofti Darwan, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Situjuah Limo Nagari saat ditemui di RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh, Senin (12/10) sore.

Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sang guru Helhaberta yang tengah mengajar, kehabisan tinta spidol. Sekitar pukul 10.00 WIB, guru lalu keluar kelas untuk mengisi tinta. Ada sekitar lima menit sang guru keluar kelas, meninggalkan anak-anaknya. Saat itulah, diduga kuat, murid bernama AN terlibat keributan dengan korban RNA. Biasalah, murid SD. Kalau guru keluar, kebanyakan langsung hiruk.

Dalam keributan itu, ada kemungkinan, AN dan RNA berkelahi, hingga terjadi pemukulan di bagian kepala yang membuat RNA meraung kesakitan. Ketika guru Helhaberta kembali ke kelas, didapati RNA sudah menangis. Ketika ditanyai, RNA mengaku dipukuli oleh AN.

Melihat kondisi korban yang seperti orang limbung, guru langsung cepat tanggap dan membawa RNA ke UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama. Saat berada di UKS, anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut sempat muntah dan kejang-kejang. Karena kondisi semakin parah, RNA selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Adnaan WD sekitar pukul 11.19 WIB.

Setelah menjalani perawatan sekitar dua jam, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Dia tidak terselamatkan. Semua orang yang kenal dengan RNA tersentak. Tidak ada yang menduga, RNA yang hanya hidup dengan ibunya, akan pergi secepat itu, dan dengan cara tak lazim pula. Sejumlah rekan korban, keluarga, guru dan pejabat Dinas Pendidikan juga mendatangi rumah sakit untuk melayat RNA yang telah terbaring kaku. Jasad korban, lalu divisum, selanjutnya dibawa ke rumah duka yang ada di Jorong Padangjariang, Nagari Situjuah Gadang.

Peristiwa ini membuat gaduh Kecamatan Situjuah. Sebab, kejadian tak lazim ini jarang sekali terjadi. Beberapa warganya menulis di media sosial sebagai tanda keprihatinan. “Baru kemarin lihat anak SD bunuh temannya di televisi. Sekarang kejadiannya di negeri sendiri. Ya ampun dek!” tulis Ayu di jejaring Facebook miliknya.

Sejumlah pengguna Blackberry Mesengger (BBM) asal Situjuah juga ribut. Semuanya prihatin dengan kondisi yang terjadi. Apalagi, RNA dikenal sebagai anak yang penurut dan baik, meski prestasinya di sekolah tidak terlalu menonjol.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota Radimas juga ikut prihatin terhadap kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. “Saya ikut prihatin atas kejadian tersebut. Memang korban dipukul di kepala bagian belakang oleh temannya,” jelasnya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani juga langsung turun tangan menyelidiki kasus yang mengakibatkan salah seorangnya meninggal dunia. Pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. ”Memang benar ada perkelahian siswa SD, namun penyebab kematian korban masih kita dalami,” sebut Kapolres. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional