Menu

Siswa kembali Belajar Daring di Kota Padang, Menguji Kesabaran Orang Tua dan Kreativitas Anak

  Dibaca : 238 kali
Siswa kembali Belajar Daring di Kota Padang, Menguji Kesabaran Orang Tua dan Kreativitas Anak
Habibul Fuadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang.

SUDIRMAN, METRO–Kasus virus corona yang masih tinggi di Kota Padang telah memaksa anak-anak kembali meninggalkan bangku-bangku belajarnya. Keceriaan dan keriangan dalam keseharian bersama teman-teman seketika harus berakhir. Seluruh siswa mulai dari tingkat SD, SMP dan sederajat di Kota Padang harus kembali belajar di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Pen­di­dikan (Disdik) Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan belajar daring (online) ma­sih akan tetap diper­tahan­kan sampai masa PPKM  darurat berakhir. Pelajar diminta untuk belajar di rumah dengan pemberian tugas dari guru.

“Jadwal tatap muka  di sekolah tetap mengacu pada kondisi kekinian. Ka­rena sekarang lagi PPKM darurat, ya, kita ikuti saja anjuran pemerintah demi keselamatan semua pela­jar dan guru-guru semua,” sebut Habibul Fuadi, Kamis (22/7).

Ia menjelaskan, nanti, pada akhirnya, pada saat kondisi mulai membaik, anak-anak akan dibawa lagi belajar di sekolah. Karena pembelajaran ta­tap muka di sekolah lebih baik dari pada di rumah. Pihaknya akan terus mela­kukan evaluasi terkait per­kembangan covid serta pengaruhnya pada PBM.

Diakui, siswa yang se­jak beberapa bulan ter­akhir sudah kembali be­lajar di sekolah, kini harus meninggalkan itu semua demi menghindari ter­se­barnya wabah virus corona. Tentu ada kesedihan, tetapi kenyataan harus dijalani.

“Mau tak mau, kita ha­rus patuhi. Karena keada­an tidak memungkinkan untuk belajar tatap muka di sekolah,” tandasnya.

Sekarang, seluruh sis­wa harus belajar dari rumah dengan bimbingan orang tua sebagai guru kedua. Hanya aplikasi di telepon seluler yang bisa menolong agar proses be­la­jar-mengajar tetap ber­langsung.

Sebenarnya, menurut Habibul, belajar sistem belajar during sudah diatur dalam SKB 3 Menteri. Ting­gal menyesuaikan saja. “Sistemnya sudah diatur dalam SKB 3 menteri. Ka­lau kondisi suatu derah itu baik, tentu kita akan kem­bali ke sekolah,” pungkas Habibul.

Untuk diketahui, Peme­rintah Kota (Pemko) Pa­dang resmi mem­per­pan­jang Pemberlakuan Pem­batasan Kegiatan Masya­rakat (PPKM) Darurat un­tuk pengendalian Covid-19 hingga 25 Juli mendatang. Warga diharapkan me­ma­tuhi surat edaran wali kota untuk menekan angka pe­nu­laran Covid-19 di kota bing­kuang yang masih ting­­gi.

Dengan diper­panjang­nya aturan ini, maka se­cara otomatis, se­gala atu­ran menyangkut ke­giatan masyarakat se­perti seko­lah daring, pem­ber­lakukan WFH di sektor non esensial 100 persen, pem­batasan jam ope­rasio­nal pusat per­benjaan, mall, swalayan dan restoran, penyekatan di pintu-pintu masuk kota Padang akan tetap dite­rap­kan.

“Dengan perpanjangan PPKM Darurat ini, kita seka­ligus beriktiar untuk mene­kan angka penularan pada warga,” tandas Hendri Sep­­ta.

Dalam surat edaran dengan nomor 400.650/BPBD/Pdg/VII/2021 ini juga memuat ancaman sanksi bagi  pelanggar  sesuai Perda no 1 tahun 2021 te­tang Adaptasi Kebiasaan Baru.

Sementara, dari Surat Edaran Wali Kota Padang, terdapat 20 poin yang me­nga­tur tentang PPKM Da­rurat. Beberapa di anta­ranya, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara online atau darinng. Lalu, sektor esensial dila­kukan dengan batasan 50 persen pelayanan kepada masyarakat dan 25 persen untuk pelayanan perkan­to­ran.

Selain itu,  sektor kritikal se­perti kesehatan, ke­ama­nan, penangananbnecana, energi, logistik, trans­por­tasi dan distribusi bahan pokok pangan, dibolehkan beroperasi 100 persen. Sedangkan untuk ope­ra­sio­nal pusat perbelan­jaan dibatasi jam operasional hingga pukul 21.00 WIB.

Kemudian dengan pe­lak­sanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum seperti warung ma­kan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, jam operasional diberlakukan hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas tempat duduk hanya 25 persen.

Kegiatan ibadah di ru­mah ibadah dapat dilak­sana­kan dengan ketentuan me­nerapkan protokol kese­hatan yang ketat dengan batas jarak minimal satu meter.

Meski PPKM darurat diperpanjang, menurut wa­li kota, bukan berarti se­luruh aktivitas warga kota Padang tidak diper­boleh­kan. Semua bisa ber­aktifi­tas dan menjalankan usa­hanya, namun dengan ca­ta­tan menerapkan pro­tokol kesehatan yang ketat dan mengikuti aturan yang tertuang dalam surat eda­ran itu. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional