Menu

Sisa Tunggakan Bisa Dicicil, Peserta Menunggak Iuran JKN-KIS Bisa Aktif Kembali

  Dibaca : 62 kali
Sisa Tunggakan Bisa Dicicil, Peserta Menunggak Iuran JKN-KIS Bisa Aktif Kembali
Debi Mersah, Kepala Bidang Pelayanan Peserta dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Padang, melalui web seminar (webinar) dengan media massa di Sumbar.

PADANG, METRO
Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan menjelaskan, bahwa selama tahun 2020 ini, peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menunggak dapat mengaktifkan lagi status kepesertaannya. Cukup hanya membayar maksimal enam bulan tunggakan, plus pembayaran iuran bulan berjalan.

“Program ini memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta segmentasi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau disebut peserta mandiri dan Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha (BU),” ujar Debi Mersah, Kepala Bidang Pelayanan Peserta dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Padang, melalui web seminar (webinar) dengan media massa di Sumbar, Selasa (6/10).

Secara filosofis, relaksasi ini disiapkan oleh pemerintah, guna memberikan keringanan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melewati masa pandemi. Sementara bagi BPJS Kesehatan, relaksasi diharapkan dapat meningkatkan keaktifan peserta yang akan sejalan dengan peningkatan potensi penerimaan iuran. Program relaksasi tunggakan berlaku sampai dengan 31 Desember 2020.

Dalam program relaksasi tunggakan ini, peserta wajib mendaftar, agar status kepesertaannya aktif dengan cuma membayar enam bulan tunggakan, plus iuran bulan berjalan. Selanjutnya, peserta wajib melunasi sisa tunggakan paling lambat Desember 2021. Bisa dengan jalan dibayarkan seluruh sisa tunggakan secara total atau mengikuti program cicilan.

Apabila sampai dengan akhir bulan tidak dilakukan pembayaran enam bulan tunggakan plus iuran bulan berjalan, maka program keringanan pembayaran tunggakan JKN batal secara otomatis. Selanjutnya, seluruh tunggakan akan ditagihkan pada bulan berikutnya.

Jika anda berniat untuk memanfaatkan program relaksasi ini, catat syarat berikut. Pertama, anda merupakan peserta PBPU dan PPU BU. Kedua, anda memiliki tunggakan lebih dari enam bulan. Ketiga, jika anda peserta PPU BU wajib melakukan pendaftaran melalui aplikasi Edabu.

Sementara bagi peserta PBPU anda bisa melakukan pendaftaran melalui kanal layanan diantaranya aplikasi Mobile JKN, Pandawa, Kantor BPJS Kesehatan atau Care Center 1500 400.

Sisa Tunggakan Bisa Dicicil
Peserta wajib membayar sisa tunggakan dengan cara melunasi langsung atau memanfaatkan program cicilan setelah membayar tunggakan relaksasi serta melakukan pendaftaran cicilan. Untuk memanfaatkan program cicilan, peserta bisa mendaftar melalui kanal-kanal yang telah disediakan tersebut.

“Program relaksasi ini untuk pengaktifan kartunya saja ya, jadi bukan berarti tunggakannya lunas, sisa tunggakannya masih harus dibayar, tapi bisa dicicil. Alurnya untuk sampai ke proses cicilan, peserta memang harus mendaftar dan membayar dulu program relaksasi tunggakan iuran selama enam bulan plus satu itu tadi,” kata Debi.

Ketika dalam waktu empat puluh lima hari sejak status kepesertaan aktif kembali, jika peserta tersebut mendapat pelayanan kesehatan rawat inap di FKRTL, Maka peserta tersebut tetap akan dikenakan denda pelayanan rawat inap dengan perhitungan 2,5% dari biaya pelayanan kesehatan (INA CBG’s awal) untuk setiap bulan tertunggak, sedangkan untuk rawat jalan tidak dikenakan denda pelayanan.

“Pengali dendanya maksimal hanya dua belas bulan tunggakan saja, meskipun tunggakannya lebih dari itu.Total nilai dendanya pun maksimal hanya Rp 30 juta, jika dihitung dendanya ternyata Rp 35 juta, peserta hanya akan dibebankan membayar Rp 30 juta saja,” ungkapnya sembari menambahkan, dasar regulasi penghitungan denda tersebut adalah Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional