Menu

Sipir Lapas Bukittinggi jadi Kurir Narkoba

  Dibaca : 161 kali
Sipir Lapas Bukittinggi jadi Kurir Narkoba
PERLIHATKAN BUKTI—Kapolres Bukittinggi AKBP Dody didampingi Kasatresnarkoba memperlihatkan bukti daun ganja kering sebanyak 10 Kg yang disita dari penangkapan oknum sipir Lapas Kelas II A bersama dua narapidana dan seorang pelajar SMA.

BUKITTINGGI,METRO
Salah seorang Polisi Khusus Lapas (Polsuspas) Lapas Kelas II A Bukittinggi ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Bukittinggi, Jumat (16/4) sekitar pukul 11.30 WIB. Pria yang berstatus Aparatur Sipir Negara (ASN) itu ditangkap lantaran nekat menjadi kurir narkoba untuk narapidana.

Selain menangkap Polsuspas atau sipir penjara berinisial HS (30) alias Alam, Satresnarkoba Polres Bukittinggi juga menangkap dua orang narapidana Lapas Kelas II A Bukittinggi berinisial AHP (25) alias Cipuik dan RSH (37) serta seorang pelajar berinisial RM (17).

Dari hasil penangkapan itu, petugas menyita barang bukti sebanyak 10 paket besar daun ganja kering yang sudah dipaketkan untuk diedarkan di wilayah Bukittinggi dan Agam. Daun ganja jumlah banya itu ditemukan dari penangkapan pelajar RM di kediamannya di daerah Banto Laweh, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittingg.

Namun, dari pengakuan RM inilah, terungkap kalau ganja tersebut diedarkan berdasarkan perintah atau dikendalikan oleh dua narapidana berinisial AHP dan RSH. Namun, untuk memasukkan barang terlarang itu ke dalam Lapas Kelas II A Bukittinggi dengan campur tangan Sipir berinisial HS tersebut.

Kapolres Bukittinggi, AKBP, Dody Prawiranegara mengatakan, tertangkapnya komplotan pengedar ganja ini berawal adanya informasi terkait masuknya ganja dari daerah Aceh ke Bukittinggi, hingga kemudian dilakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang yang menerima ganja tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, terungkap kalau ganja itu dijemput oleh pelajar berinisial RM. Kita kemudian bergerak ke kediaman RM di daerah Banto Laweh, Kecamatan Guguak Panjang dan langsung dilakukan penggerebekan,” kata AKBP Dody didampingi Kasatresnarkoba AKP Aleyxi Aubedilla, Minggu (18/4).

AKBP Dody menjelaskan, dari hasil penggerebekan di rumah RM petugas berhasil menemukan 10 paket besar ganja kering berasal dari Aceh Sikil yang disimpan dalam lemari pelaku. Parahnya RM yang masih berstatus pelajar ini mengedarkan ganja itu menunggu perintah dari narapidana yang berada di dalam LP Kelas II A Bukittinggi.

“Kita terus menggali informasi dari pelaku RM untuk mengungkap jaringannya. Setelah kita lakukan pemeriksaan pada Hp pelaku, ditemukanlah kalau pelaku sering melakukan chating dan menelpon seseorang panggilan Cipuik yang merupakan warga binaan di dalam LP Kelas II A Bukittinggi,” ungkap AKBP Dody.

Dari pesan tersebut, lanjut AKPB Dody, narapidana Cipuik menyuruh pelaku mengantarkan ganja sebanyak 5 Kg ke Lapas Kelas II A Bukittinggi dan nanti akan dijemput oleh oknum Pegawai LP dengan panggilan Alam. Saat dilakukan interogasi terhadap RM, tiba-tiba Cipuik menelpon RM dan langsung saja disambungkan dengan sipir berinisial HS alias Alam.

“Dalam komunikasi melalui telpon itu, Cipuik meminta RM untuk mengantarkan ganja itu ke Simpang Pinang Balirik, Kecamatan Candung, Kabupaten Agam. Sedangkan 5 Kg ganja lainnya untuk persediaan jika ada permintaan dari pihak lain,” ungkap AKBP Dody.

Setelah adanya kesepakatan, dijelaskan AKBP Dody, petugas selanjutnya mengantarkan pelaku RM ke tempat yang sudah dijanjikan. Namun, setiba di lokasi, ternyata oknum Sipir Lapas berinisial HS sudah menunggu dan saat itu juga langsung dilakukan penangkapan.

“Setelah berhasil mengamankan petugas Sipir itu, kita selanjutnya berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas II A Bukittinggi dan dari pengembangan diketahui dua orang warga binaan merupakan pengendali peredaran narkoba,” tegas AKBP Dody.

Dikatakan AKBP Dody, dari pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil mengamankan HS (30) PNS Polsuspas Lapas Kelas II A Bukittinggi, dua warga binaan berinisial AP alias Cipuik (25) dan RS (37) dan seorang pelajar berinisial RM (17).

“Kita masih terus kembangkan kasus ini. Terkait peredaran ganja ke dalam Lapas ini merupakan yang ke tiga kalinya berhasil kita ungkap. Atas perbuatannya, keempat tersangka ini dijerat pasal, 114 ayat 2 jo pasal 111 ayat2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara,” terang Kapolres.

Terancam Dipecat
“Kami sudah koordinasi dengan Kanwil Kemenkum dan sudah dilakukan pemeriksaan awal. Kami tunggu apakah ditetapkan tersangka, hari ini statusnya masuk dalam penangkapan,”

Kepala Lapas Kelas II A Kota Bukittinggi, Marten mengatakan, terkait penangkapan salah seorang pegawai yang bertugas sebagai Polsuspas, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum dan sudah dilakukan pemeriksaan awal.

“Kami tunggu apakah ditetapkan tersangka, hari ini statusnya masuk dalam penangkapan. Jika telah ditetapkan tersangka, maka akan dilakukan pemberhentian sementara terhadap pegawai tersebut. Apabila suatu hari nanti terbukti dinyatakan bersalah oleh hakim di persidangan akan kami usulkan pemecatan. Kalau narkoba pasti dipecat,” tegasnya, Minggu (18/4).

Marten mengungkapkan sembari menunggu proses penyidikan, pihaknya telah nonaktifkan pegawai tersebut. Sebab yang bersangkutan seorang penjaga tahanan dan saat ini juga dalam pengamanan pihak kepolisian.

“Ke depan, kami tidak ingin kecolongan lagi, maka kami lakukan razia besar-besaran tadi malam. Ada juga masih kami temukan barang terlarang seperti handphone dan segala macam,” ujarnya.

Marten menjelaskan, pihaknya sudah melakukan peningkatan pengawasan terhadap warga binaan di Lapas Bukittinggi. “Semalam kita sudah melakukan razia terhadap warga binaan dan menemukan 10 unit telepon genggam,” jelas Marten.

“Terkait oknum ASN terlibat narkoba, Lapas Bukittinggi akan membentuk tim khusus untuk pemeriksaan. Kita tidak ingin kasus penghianat itu terjadi lagi, pungkasnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional