Menu

Sinkronkan dengan Usaha Pertanian di Pesantren, Sumbar Jajaki Program Food Estate

  Dibaca : 128 kali
Sinkronkan dengan Usaha Pertanian di Pesantren, Sumbar Jajaki Program Food Estate
KUNJUNGI— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengunjungi Pondok Pesantren Muhammad Al- Fatih Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Minggu (4/7).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar) Mahyeldi An­sharullah mengatakan pi­hak­nya menjajaki kemung­kinan sinkronisasi program “food estate”, dengan usa­ha pertanian di pesantren. Sinkronisasi ini agar efek­nya tidak hanya pada keta­hanan pangan tetapi juga meningkatkan kualitas bi­dang pendidikan.

“Kita ada rencana de­ngan Pemkab Solok Selatan untuk program food estate dengan luas lahan sekitar 2.000 hektare. Kalau program ini bisa disinkronkan dengan pertanian yang dikelola pesantren, man­faatnya akan lebih besar,” kata Mahyeldi saat me­ngun­jungi Pondok Pesan­tren Muhammad Al- Fatih Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Minggu, (4/7).

Mahyeldi mengatakan, program food estate itu direncanakan untuk tana­man jagung. Akan ada ban­tuan pemerintah untuk men­sukseskan program terse­but seperti, bantuan bibit, alat hingga pemupukan.

Jika pesantren memiliki lahan kosong yang bisa ditanami jagung dan bisa disinkronkan dengan program itu, maka bantuan yang sama juga akan bisa diberikan. Sehingga lahan kosong bisa segera mem­berikan manfaat. “Ini salah satu solusi yang bisa dija­jaki. Jika nanti ternyata tidak bisa secara aturan, pesan­tren tetap bisa mela­yang­kan prosposal dengan pe­ren­canaan yang baik ke­pada pemerintah kabu­pa­ten atau provinsi. Mu­dha-mudahan ada jalan untuk bisa dibantu,” ujar­nya.

 Ia mengatakan Pon­dok Pesantren Muham­mad Al- Fatih memberikan pendidikan gratis bagi san­tri. Semua tidak dipungut biaya. Selain untuk kebutu­han makan dan pakaian yang digunakan santri saat menuntut ilmu.

Kebijakan pesantren itu sangat positif, mendu­kung program pemerintah untuk meningkatkan kua­litas pen­di­dikan yang pada akhirnya bisa membantu mengurangi angka pengang­guran dan menekan kemis­kinan.

Saat ini, Pemprov Sum­bar tengah memperkuat hubungan dengan bebe­rapa negara. Di antaranya Mesir, Arab Saudi, Turki, Maroko, Qatar dan Kuwait. Itu menjadi kesempatan bagi lulusan pesantren untuk bisa menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi ke luar negeri.

Pimpinan Pesantren Muhammad Al- Fatih On­dra Aiko, S, HI, MH menga­takan, pesantren itu mem­berikan pendidikan gratis kepada 53 osantri yang tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Program unggulan yang dikedepankan adalah tah­fizd Al Quran. “Ini sebe­narnya terinspirasi dari program Gubernur Sum­bar, Mahyeldi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Padang. Yaitu memberikan akses jalur prestasi untuk melanjutkan sekolah bagi yang hafal Al Quran. Selain itu juga ber­kesempatan untuk menda­patkan beasiswa,” katanya.

Saat ini asrama untuk santriwati sudah cukup bagus, meski belum selesai 100 persen. Tetapi untuk asrama santri masih jauh dari maksimal. Belajar ma­sih di mushalla karena belum memiliki ruang bela­jar yang layak. Kalau hujan asrama tidak bisa ditem­pati karena bocor. “Kami berharap ada bantuan un­tuk ruang belajar dan as­rama ini,” ujarnya.

Selain itu pesantren juga memiliki lahan 10 hek­tare yang rencananya a­kan diolah menjadi lahan pertanian guna membiayai operasional karena seba­gian siswa diberikan pen­didikan gratis. Namun kare­na keterbatasan, lahan itu masih belum bisa dio­lah.” Mudah-mudahan dengan kedatangan Gubernur juga bisa memberikan solusi yang terbaik untuk hal itu,” harapnya.

Hadir dalam ramah ta­mah tersebut Wakil Bupati Solok Selatan, Anggota DPRD Solok Selatan dan pengurus pondok pesan­tren.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional