Menu

Sinergi Wujudkan Konektibilitas Transportasi Udara, Darat dan Laut

  Dibaca : 545 kali
Sinergi Wujudkan Konektibilitas Transportasi Udara, Darat dan Laut
Kepala Dishub Sumbar Heri Nofiardi menerima Piala WTN dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada peringatan Hari Perhubungan Nasional.

ENAM tahun dalam penantian, akhirnya Dinas Perhubungan Sumbar meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2019. Dengan meraih penghargaan bergengsi ini, boleh dikatakan Pemprov Sumbar sebagai salah satu provinsi tertib lalu lintas.

Lantas apa saja yang telah dilakukan Pemprov Sumbar melalui Dinas Perhubungan selama 2019 ini, untuk menjadi salah satu provinsi terbaik di bidang lalu lintas? Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumbar, Heri Nofiardi mengatakan, keberhasilan bidang lalu lintas ini tidak terlepas dari sinergitas yang telah dibangun dengan seluruh pihak. Termasuk kepolisian dan TNI.

Menurutnya, jajaran perhubungan dan seluruh pihak terkait bersinergi mewujudkan konektibilitas transportasi antar, udara, darat dan laut di wilayah Provinsi Sumbar. Karena, transportasi merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Apalagi di Sumbar yang fokus mengembangkan pariwisata, yang membutuhkan konektivitas transportasi yang baik. Hal ini sesuai dengan program pemerintah yang menginginkan terwujudnya konektibilitas di seluruh wilayah Indonesia.

Selama 2019, dirinya melaksanakan berbagai program dan kegiatan pelayanan di bidang transportasi. Khusus transportasi darat, Guna meminimalisir angka kecelakan lalu lintas, pihaknya melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas ke seluruh lapisan masyarakat. Baik itu sekolah-sekolah dan komunitas.

Salah satu sosialisasi yang dilakukan dengan menggelar penyuluhan dan sosialisasi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan ke siswa SMKN 1 Sumbar, Padang. Sosialisasi ini bertujuan agar terwujudnya ketertiban berlalu lintas di kalangan pelajar. Pasalnya, sekarang padatnya berlalu lintas juga disebabkan pengendara sepeda motor yang semakin marak. Maka jika tidak tertib lalu lintas maka angka kecelakaaan lalu lintas di jalan raya akan tinggi. Pelajar bagian dari generasi muda perlu ditingkatkan kesadaran mereka dalam keselamatan berlalu lintas. Heri mengatakan, tujuan dilaksanakan sosialisasi ini agar terwujudnya perubahan perilaku pelajar dalam menegakkan dan mematuhi disiplin berlalu lintas.

Selain itu, juga dilakukan upaya menekan tingkat kemacetan melakukan penataan moda transportasi serta melengkapi marka atau rambu-rambu lalu lintas, supaya tercipta ketertiban masyarakat dalam berkendara. Untuk menata moda transportasi, Dishub Sumbar, melakukan pembinaan kepada seluruh pengusaha moda angkutan umum melalui kerjasama dengan Organda Provinsi Sumbar.

Dishub Sumbar juga mewajibkan semua kendaraan umum dan barang di Sumbar harus lulus pengujian kendaraan atau KIR. Uji KIR kendaraan angkutan pedesaan dan angkutan kota merupakan kewenangan kabupaten/ kota. Setiap kendaraan wajib uji KIR sekali enam bulan di kabupaten/kota. Sementara, seluruh bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) atau Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), taksi, dan sebagainya akan diuji KIR oleh pihak Pemprov Sumbar melalui Dishub Sumbar.

Salah satu penyebab kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa adalah faktor kelalaian masyarakat memperhatikan perlintasan rel kereta api. Karena itu, untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas, khususnya di perlintasan sebidang kereta api, Dishub Sumbar melakukan sosialisasi yang diikuti 150 siswa SMA/SMK, dari 15 sekolah yang berada di sekitar lokasi perlintasan kereta api.

Pembangunan transportasi terintegrasi antara bandara, jalur darat, jalur kereta, dan transportasi laut. Pembangunan sistem tranportasi terintegrasi itu difokuskan di kawasan BIM, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat mengakses bandara. Saat ini, bandara terbesar di pesisir wilayah barat Sumatera itu sudah sudah terintegrasi dengan jaringan kereta. Sehingga memberikan waktu tempuh yang pasti dan pilihan transportasi nyaman menuju Kota Padang.

Artinya, kehadiran kereta tersebut, BIM merupakan bandara ketiga di Tanah Air yang sudah terintegrasi dengan jaringan kereta setelah Bandara Kualanamu dan Bandara Soekarno-Hatta.

Integrasi berikutnya dengan tansportasi laut. Heri menyebutkan, selama tahun ini, telah dibenahi sarana prasarana dermaga. Untuk mewujudkan konektibilitas, tahun ini Dishub mengaktifkan kembali kapal angkutan penumpang pada jalur laut dari beberapa pelabuhan di Jawa menuju Teluk Bayur. Ini dinilai bisa menjadi solusi bagi kemacetan jalur darat Jakarta—Padang, yang selalu terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran. (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional