Menu

Sindikat Penjual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ditangkap

  Dibaca : 110 kali
Sindikat Penjual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ditangkap
DITANGKAP— Ral (59) yang kedapatan membawa bagian tubuh satwa dilindungi diamankan di diamankan di SPBU Kumpulan Jorong Tabiang, Kecamatan Bonjol.

PASAMAN, METRO
Kedapatan memerjualbelikan sisik trenggiling dan paruh burung rangkong, dua orang ditangkap Tim Gakkum Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) wilayah Sumatra Barat (Sumbar) bersama Unit 2 Subdit 1 Dittipidter Bareskrim dan Satreskrim Polres Pasaman.

Kedua pelaku yang diketahui bernama Ral (59) dan Jan (44) ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Pelaku Ral diringkus di SPBU Kumpulan Jorong Tabiang, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman dengan barang bukti 35 Kg sisik trenggiling dan tiga paruh burung rangkong.

Dari penangkapan Ral, petugas gabungan selanjutnya melakukan interogasi dan didapatkanlah informasi kalau sisik trenggiling dan paruh burung rangkong itu didapatkan dari pelaku Jan. Petugas pun kemudian menangkap Jan di kediamannya yang masih berada di wilayah Kabupaten Pasaman.

Kepala BKSDA Sumbar Resort Agam, Ade Putra mengatakan, penangkapan atas kedua pelaku itu berawal pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai dugaan penjualan bagian tubuh satwa dilindungi di Kabupaten Pasaman.

“Pada hari Senin (19/4) pukul 10.00 WIB, Tim gabungan membuntuti tersangka bernama Ral (59) dan pada pukul 13.30 WIB Tim gabungan akhirnya menangkap tersangka di SPBU Kumpulan Jorong Tabiang Nagari Kota Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman,” kata Ade Putra.

Ditambahkan Ade Putra, dari tangan tersangka Ral diamankan barang bukti satu mobil Mitsubishi Kuda Grandia, sisik trenggiling seberat 35 kilo gram dan tiga paruh burung rangkong. Setelah diamankan, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan dan pengembangan.

“Alhasil, sesuai pengakuan tersangka Ral, bahwa pemilik barang tersebut yakni bernama Jan. Kita kemudian menjemput paksa pelaku di kediamannya lalu dilakukan penahanan di Polres Pasaman,” ungkap Ade Putra.

Ia menyebutkan tersangka akan dijerat Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara maksimum 5 tahun dan denda maksimum Rp 100 juta.

“Kita saat ini masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya. Pasalnya, kita menduga masih ada pelaku-pelaku lain yang terlibat dalam kasus memperjualbelikan hewan maupun bagian tubuh hewan yang dilindungi di Kabupaten Pasaman,” tegasnya. (mir)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional