Menu

Sindikat Pencetak dan Pengedar Uang Palsu Ditangkap

  Dibaca : 391 kali
Sindikat Pencetak dan Pengedar Uang Palsu Ditangkap
PERLIHATKAN BUKTI— Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan memperlihatkan barang bukti uang palsu yang disita dari dua pelaku yang sudah ditangkap.

PAYAKUMBUH, METRO
Dua pelaku sindikat pencetak dan pengedar uang palsu yang sempat beraksi membeli handphone dalam jumlah banyak di di Toko Pagaruyuang Ponsel Jalan Tan Malaka, Kelurahan Parik Muko Aia, Kecamatan Lampasi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh, akhirnya ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Sumatra Barat, Minggu (26/7).

Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku MA (24) warga Desa Durian Mas, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, ditangkap di Kantor Koperasi Ramora, Kota Padangpanjang, sekitar pukul 09.30 WIB. Dari tangan pelaku disita barang bukti tiga unit handphone berbagai merek dan 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan 78 lembar uang palsu pecahan 10 ribu.

Dari hasil interogasi terhadap MA, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku AA (32) warga Desa Suka Karya, Kecamatan Muara Saling, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, ketika berada di Koperasi Karya Sampurna, Batu Gadang, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam menjalankan aksinya, AA berperan membeli Hp di toko denggan menggunakan uang palsu dan setelah itu, Hp yang dibeli menggunakan uang palsu akan kembali dijual untuk mendapatkan uang yang asli. Selain itu, AA inilah yang menjadi otak pelaku yang membuat atau mencetak uang palsu.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengatakan, kedua pelaku melakukan pembelian Hp jumlah banyak dengan menggunakan uang palsu sebanyak 14 juta dicampur dengan uang asli senilai 3 juta rupiah, Jumat (24/7) lalu. Setelah kedua pelaku pergi, korban menemukan uang yang diterimanya ternyata uang palsu dan kemudian dilaporkan ke Polres.

“Pelaku memanfaatkan uang palsu untuk digunakan membeli handphone dalam jumlah banyak. Mereka membayar pembelian Hp tersebut dengan mencampurkan uang asli dan palsu untuk membeli lima unit handphone di Toko Pagaruyuang Ponsel Payakumbuh. Total uang berjumlah sekitar Rp 17 juta,” ujarnya.

Dijelaskan Dony, uang palsu yang dipergunakan pelaku berjumlah Rp 14 juta, sementara uang asli hanya Rp 3 juta. Pecahan uang palsu ini terdiri dari 28 lembar 100 ribu dan 224 lembar Rp 50 ribu. Pencampuran uang palsu dan asli ini, merupakan modus pelaku untuk mengelabui korban. Pelaku meletakkan uang asli di bagian atas dan bawah tumpukan uang palsu.

“Pelaku atas nama AA mengaku membuat uang palsu dengan cara memfoto copy uang asli menggunakan satu unit printer dengan menggunakan kertas jenis cover paper warna putih.

Selanjutnya dipotong sesuai dengan ukuran uang asli,” tuturnya.

Disampaikan Kapolres, total uang palsu yang diamankan senilai Rp 25.900. 000 ribu rupiah, dengan 93 lembar pecahan 100 ribu dan 332 lembar pecahan 50 ribu. Dimana dari tersangka disita senilai 11.900.000 ribu rupiah dengan 65 lembar pecahan 100 ribu dan 108 lembar pecahan 50 ribu. Sedangkan dari korban diamankan senilai 14. 000.000 terdiri dari 28 lembar pecahan 100 ribu dan 224 lembar pecahan 50 ribu.

“Selain kita juga mengamankan barang bukti Hp berbagai merek yang dibeli menggunakan uang palsu. Satu unit sepeda motor Honda BeAt yang digunakan untuk melancarkan aksi, satu unit printer merk EPSON untuk mencetak uang palsu, satu rim kertas HVS warna merah, satu rim kertas cover paper warna putih, satu buah pisau cutter merk kenko warna merah,” ujar AKBP Dony.

AKBP Dony menuturkan, tersangka AA mengaku membuat uang palsu dengan cara memfoto copy uang asli menggunkan satu unit printer merk EPSON dengan mnggunakan kertas jenis cover paper warna putih selanjutnya dipotong sesuai dengan ukuran uang asli.

“Jadi, ketika kedua pelaku pergi, korban curiga ketika meraba, menerawang dan merasakan, ternyata uang senilai 14 juta merupakan uang paslu. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui ini aksi keduanya, pertama di Kota Solok. Dan pelaku dikenai Pasal 244 jo pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” sebut AKBP Dony. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional