Close

SIMFes VII; Dengan Musik, Sawahlunto Mendunia

????????????????????????????????????
Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri dan Musisi Tantowi Yahya sepanggung menyanyikan lagi Bento.

SAWAHLUNTO, METRO–Sawahlunto Internasional Musik Festival (SIMFes) 2016 dibuka dengan ditabuhnya tiga gendang di atas panggung, Jumat (7/10) malam. Tak hanya Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf dan Wakil Wali Kota Ismed, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, turut bergenderang di samping artis yang juga anggota DPR RI, Tantowi Yahya.

Selain itu, tak ketinggalan hadir di atas panggung saat pembukaan adalah ibu menteri dan bu wali kota yang turut asik membuka iven di tengah ramainya penonton malam itu. Tak ayal, iven tahunan ketujuh ini membuat warga menyemut di Lapangan Segitiga, Kelurahan Saringan, Kecamatan Barangin.

Sebelum iven dibuka, Gedung Pusat Kebudayaan menjadi saksi suguhan asli karya tangan Sawahlunto pada 25 tamu dari Jakarta. Beragam kerajinan Sawahlunto dipamerkan saat itu yang dikemas dari bahan batu bara, rotan serta songket Silungkang yang sudah mendunia.
Mengawali Iven, hiruk penonton sekejap hening menyaksikan tiga perwakilan pemusik negeri Sakura, Jepang menyuguhkan musik berkelas. Memang kolaborasi musik menawan dari gesekan biola, petikan gitar dan suara akordion disatukan dalam irama country oleh grup musik Kingdom of Daykanyama ini.

Iven semakin panas saat dilanjutkan pemusik country andalan Indonesia, Tantowi Yahya yang memainkan 7 lagu berturut dengan salah satunya adalah lagu Minang ‘Kampuang Nan jauh dimato.’ Alunan itu membawa penonton hanyut dengan nuansa country.

Selanjutnya, malam semakin hangat dengan bergabungnya Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri dan Wako Ali Yusuf yang turut menghoyak panggung dengan lagu ‘Bento’ dari Iwan Fals. Tak ayal, tiga “bintang” malam itu berhasil menjadi puncak penampilan.

Di hari kedua SIMFes, si cantik Alena asal Malaysia yang berkolaborasi dengan Tomo dari Jepang  turut membuat penonton ternganga. Disambung grup pemusik Duo Decker Malempre dari Belgia, group pemusik Mariama dan Vieux (Afrika) dan Group Je Ensamble (Bengkulu-Indonesia) tampil dengan membawa musik tradisional ala kampungnya masing-masing.

Di ujung malam, Wako Ali Yusuf, turut menghangatkan susana dengan menyanyikan dua lagu Minang, Bapisah Bukannyo Bacarai dan Simpang Ampek Mananti. SIMFes 2016 ditutup dengan penampilan collaboration group musik.

Ali Yusuf menyebut, SIMFes diharapkan menarik minat masyarakat Sumbar, Indonesia dan mancanegara. Karena, dihadiri oleh para musisi kelas dunia yang bisa membaur dengan musik lokal dan nasional. ”Terima kasih untuk semua pendukung acara dan penonton. Melalui musik, Sawahlunto mendunia,” kata Ali. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top