Menu

SIM Habis 24 Maret-29 Mei, Tak Perlu Buat Baru hanya Perpanjangan

  Dibaca : 1091 kali
SIM Habis 24 Maret-29 Mei, Tak Perlu Buat Baru hanya Perpanjangan
BUAT SIM— Para pemohon sedang menunggu antrean untuk membuat SIM di Polresta Padang.

M YAMIN, METRO
Jelang libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang lalu, Unit Regident Satlantas Polresta Padang telah memberi kebijakan bagi masyarakat yang SIM A atau C habis masa berlaku pada waktu libur lebaran kemaren.

Kanit Regident Satlantas Polresta, AKP Ramadani menjelaskan, kelonggaran ini yang merupakan inisiasi oleh Korlantas Polri bagi seluruh Polres di Indonesia. “Bagi masyarakat yang SIM-nya habis masa berlaku antara 24 Maret sampai 29 Mei, tidak akan dikenai sanksi pembuatan baru, hanya perpanjangan saja, yang telah dimulai dari 2 Juni sampai 30 Juni,” ujarnya.

Seperti diketahui, lebaran tahun ini dalam masa pendemi Covid-19, pelayanan perpanjangan SIM di Satpas Polresta Padang selalu menerapkan standar protokol kesehatan. Ramadani menjelaskan, bagi masyarakat pemohon perpanjangan masa berlaku SIM, sebelum masuk gedung Satpas, diwajibkan memakai masker dan diharuskan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

“Setelah mencuci tangan, kemudian masuk ke ruangan sterilisasi, kemudian dilakukan juga cek suhu tubuh. Jika dalam pemeriksaan suhu tubuh pemohon di atas 37 derajat celcius, maka akan ditangani oleh tenaga medis, yang selama ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang,” tuturnya.

Selama proses pembuatan atau perpanjang SIM sebutnya, tempat duduk yang telah dimodifikasi posisinya sesuai dengan protokol kesehatan. “Kami membuat posisi tempat duduk dengan dipisahkan antara satu dengan lainnya dipisahkan oleh tanda silang. Jadi pemohon tidak berdempetan ketika menunggu giliran dipanggil,” jelasnya.

Proses perpanjangan masa berlaku SIM setelah tahap akhir, yaitu pemotretan akan memakan waktu sekitar 2 jam, maka Ramadani mengimbau para pemohon bisa pulang dahulu. Setelah itu, bisa kembali untuk mengambil kartu SIM yang telah selesai. “Hal ini dikarenakan proses pembuatan dan input data menjadi kartu SIM yang baru,” ucapnya.

Selain itu dikatakan oleh Ramadani, disaat masa PSBB diterapkan, terjadi penurunan sebesar 70 persen masyarakat yang melakukan pengurusan SIM. “Saat ini sudah normal kembali seperti biasanya dari yang hanya berkisar 50 orang perhari kini sudah kembali seperti biasa hingga 250 perhari, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional