Menu

Silahturahmi Sambut Ramadhan 1442 H, Ustad BJP. DR.Zulkifli A.R, SIK, MH Luncurkan Buku The Power of Hijrah

  Dibaca : 139 kali
Silahturahmi Sambut Ramadhan 1442 H, Ustad BJP. DR.Zulkifli A.R, SIK, MH Luncurkan Buku The Power of Hijrah
Ustad Brigjend Pol DR. H. Zulkifli AR, SIK, MH, DR. Dt Fauzi Bahar, M.Si dan undangan Silaturahim dan Peluncuran Buku The Power of Hijrah.

Ustad Brigjend Pol (BJP). DR.Zulkifli A.R, SIK, MH menggelar silahturahmi menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H, Sabtu (10/4), di lokasi Pembangunan Masjid Al Hijrah, Jalan Sisingamangaraja No. 71, Padang. Pada kesempatan silahturahmi tersebut, juga dilaksanakan peluncuran buku The Power of Hijrah “Karena Mati itu Tidak Pernah Menunggu Taubatmu!” yang juga diikuti secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, dari Sabang Sampai Merauke.

Ustad BJP. DR. Zulkifli, A.R, SIK, MH mengatakan, di bagian cover depan buku ini bertuliskan akan meng-install ulang cara berpikirmu, untuk apa mengejar dunia, jika kamu tidak pernah berpikir bahwa akan ada perjalanan abadi yang berlipat –lipat lebih panjang dari dunia! (akhirat).

Buku The Power of Hijrah terdiri dari 146 halaman. Penulisnya Ustad BJP. DR. Zulkifli A.R, SIK, MH, dengan penerbit LoGoz Publishing-Bandung. Sementara itu untuk cover belakang ada tulisan yang menyatakan, ada sebuah buku yang kelak akan diberikan kepadamu, dan membuatmu terkejut saat membacanya, padahal kamu sendiri yang menulisnya.

Buku itu adalah buku catatan amal perbuatan milikmu selama perjalanan hidup di dunia.Yang dikumpulkan dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz) dan diperlihatkan kelak di Yaumil Hisab. Maka tulislah buku itu dengan baik.

Sebagaimana QS. Yasin Ayat 12 yang menyatakan, “Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauh Mahfuzh)”.

Buku ini ditulis lebih kurang satu tahun. Karena memang buku ini sebuah perjalanan panjang. Di dalam isi buku mengambil percontohan sebuah metamorphosis. Proses itulah yang menjadikan buku lahir, dalam pengalaman hampir 30 tahun lebih sebagai polisi, pasang surut kehidupan dan penugasan. “Sehingga kami mengambil sebuah topik The Power Of Hijrah “Karena Mati itu Tidak Pernah Menunggu Taubatmu!”,” ungkapnya.

Dalam konteks kekinian, hijrah yang harus dilakukan adalah hijrah bi qalbi (hijrah hati) yang selalu bersih dan ingat dengan Allah SWT. Lalu hijrah bi lissan (ucapan /perkataan) yang baik, yang selalu menyejukan, mengajak kepada kebaikan untuk sesama. Dan hijrah bil arqan (perbuatan), dengan melakukan kebaikan–kebaikan dengan tangan kita.

Kenapa harus berhijrah? Pertama, kita dilahirkan untuk ibadah kepada Allah (QS. Az-Zariyat Ayat 56). Kedua, kita numpang di bumi Allah (Al Baqarah 284). Ketiga, kita di akhir zaman (HR Iman Ahmad). Keempat, perjalanan kita masih panjang (HR Tirmidzi). Kelima, dunia senda gurau dan melalaikan kita (QS Al Hadid 20).

Keenam, semua kita akan mati (QS Ali Imran 185). Ketujuh, kepada Allah kita kembali (QS Al Ghasiah 25 -26) delapan jutaan mayat mimta kembali ke dunia (QS AS Sajdah 12). Sembilan, kelak kita akan dibangkitkan kembali (QS Yasin 12). Ke-10, kita diminta pertanggung jawaban (QS Al Qiyamah 36). Ke-11, mulut terkunci, tangan berkata (QS Yasin 65). Ke-12, tidak ada lagi penolong mu! (QS At Thariq 8 -10). Ke-13, kiamat dan azab Allah itu pasti (QS Al Zalzalah & QS Al Qariah). Ke-14, ada azab Al Baqarah 284).

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Kota Padang, Mantan Wali Kota Padang dua periode, Fauzi Bahar mengakui, buku The Power Hijrah ini sudah dibacanya sebanyak lima. “Setiap kali baca terakhir saya menangis membacanya. Kita berjanji kepada diri kita dan semuanya. Hendaknya marilah segera kita hijrah, dunia ini tidak ada apa–apanya,” ajak Fauzi Bahar.

Fauzi Bahar juga mengatakan, saat ini warga Kota Padang maupun masyarakat Provinsi Sumbar memang perlu Ustad Jenderal Zulkifli AR. “Butuh agak 10 orang di Kota Padang kita bawa. Jangan kita saja yang masuk surga. Kita ajak semua keluarga kita, tetangga kita, dunsanak kita. Karena surga sangat luas sekali, ada masa yang sangat panjang lagi kenapa kita masih lalai,” ujarnya.

Hari ini, menurut Fauzi Bahar, menjadi momen yang sangat bagus bersilahturahmi menyambut bulan suci ramadhan. “Inti–inti yang disampaikan oleh ustadz, mari kita hijrah. Mari kita selamatkan anak bangsa kita. Inilah sesungguhnya karya yang paling bagus. Ini adalah lahan yang subur bercocok tanam amal kebaikan,” ungkapnya.(**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional