Menu

Sikapi Zona Merah dan PPKM Darurat Pemerintah, Gubernur Evaluasi Penanganan Covid-19 

  Dibaca : 246 kali
Sikapi Zona Merah dan PPKM Darurat Pemerintah, Gubernur Evaluasi Penanganan Covid-19 
SILATURAHMI—Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat silahturahmi dengan insane pers, di Istana Gubernur Sumbar, Senin (5/7).

PADANG, METRO–Gubernur Sumbar, Mah­­yeldi Ansharullah tidak memungkiri, saat ini angka kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumbar menga­lami peningkatan. Hal ini berdampak, Kabupaten Padangpariaman berada di zona merah Covid-19. “Mes­ki pun Kabupaten Padangpariaman berada di zona merah Covid-19, na­mun ada penurunan zona yang sebelumnya oranye menjadi kuning di tujuh kabupaten kota,” ungkap Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah, saat silahturahmi dengan insane pers, di Istana Guber­nur Sumbar, Senin (5/7).

Hadir dalam silah­tu­rahmi tersebut, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Set­daprov Sumbar, Hefdi dan jajarannya. Pada kesem­patan itu, Mahyeldi juga menampik isu yang me­nya­takan tingginya kasus positif Covid-19 di Sumbar, disebabkan karena dirinya tidak konsen dalam pe­nanganan kasus Covid-19.

Meski dirinya tidak ikut rapat Covid-19 karena me­ngikuti kegiatan lain, Mah­yeldi menegaskan semua penanganan Covid-19 yang dilaksanakan Pemprov Sum­­bar sudah terkoordinasi dengan baik. Pena­nga­nannya juga bersinergi dengan seluruh pihak, baik itu forkopimda dan peme­rintah kabupaten kota.

Termasuk juga me­nyi­kapi adanya surat dari seorang Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Teng­gorokan (THT), bernama Farhaan Abdulah kepada dirinya yang tersebar ke-mana-mana terkait upaya penanganan Covid-19 ini.  “Apa yang disampaikan oleh dokter itu sebenarnya sudah kita lakukan melalui dinas-dinas. Namun, sa­yang saja semuanya tidak terpublikasi. Saya juga sudah minta dinas, agar menginformasikan apa yang telah dilakukan untuk pena­nganan Covid-19 ini” ung­kapnya

Mahyeldi mengatakan, untuk mencegah penye­baran Covid-19, Pemprov Sumbar sudah memiliki Perda Nomor 6 tahun 2020. Perda ini dijalankan untuk memberikan sanksi kepada siapapun yang melanggar protokol kesehatan.  “Ter­masuk juga terhadap Kafe Bebek Sawah yang berada di Kota Padang yang video­nya viral kemarin. Tidak hanya Pemprov Sumbar saja, pengelola Kafe Bebek Sawah juga akandiberikan sanksi sesuai perda oleh Pemko Padang,” tegasnya.  Bahkan, dalam penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan, Mah­yeldi juga mengungkapkan, Kapolda Sumbar meminta agar perda yang ada dan dijalankan saat dievaluasi dengan penambahan sank­si lebih berat.

Sementara, untuk pena­nganan pencegahan pe­nye­baran Covid-19, Pro­vinsi Sumbar  sudah sam­pai ke tingkat desa atau nagari dan kelurahan, de­ngan diberlakukannya tes swab dan karantina serta isolasi di tingkat desa dan nagari. Upaya ini jauh lebih maju, dibandingkan Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatam Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan saat ini.

Sekarang, tidak dipung­kirinya memang ada pe­ningkatan kasus Covid-19 yang positif. Namun, bukan berarti Pemprov Sumbar tidak melakukan upaya pe­na­nganan dan pence­gahan.

Mahyeldi mengung­kap­kan, saat ini sudah ada tes swab yang mobile di te­ngah masyarakat. Tes s­wab mobile ini  ke depan akan ditambah. Pemprov Sumbar juga saat ini se­dang gencar mengajak ma­syarakat untuk vaksinasi. “Sekarang saja vaksin kita angkanya cukup tinggi. Justru kita sekarang keku­rangan vaksin,” ungkap­nya.

Untuk evaluasi pena­nga­nan Covid-19 ini, Mah­yeldi juga mengungkapkan, dalam satu minggu, ada tiga hingga empat kali rapat menggunakan zoom an­tara Dinas Kesehatan Pro­vinsi Sumbar dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ko­ta.  “Edaran yang kita buat dalam penanganan Covid-19 ini kita evaluasi di dinas. Bahkan sekarang Wakil Gubernur memimpin rapat dengan Satgas Covid-19 menyikapi pelaksanaan PPKM Darurat yang dilak­sanakan pemerintah. Hasil rapat nanti akan dilakukan penekanan untuk evaluasi penanganan Covid-19 di kabupaten kota. Termasuk juga evaluasi program Na­gari Tageh yang dilaksa­nakan,” ungkapnya.

Mahyeldi juga me­ngung­kapkan selaku gubernur dirinya di setiap mem­berikan pidato sambutan di setiap menghadiri dan mem­buka kegiatan dan cara selalu menyampikan pe­san pencegahan Covid-19 ke­pada masyarakat. “Bah­kan, kemarin saja saya sampai satu jam ngomong mem­berikan sambutan terkait sosialisasi pen­ce­gahan Co­vid-19,” ung­kap­nya.

Evaluasi Pemanfaatan Dana Desa

Mahyeldi juga me­nga­takan, pemanfaatan dana desa Kementerian Desa Pembangunan Daerah Ter­ting­gal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebesar 8 persen yang telah dire­focusing untuk pena­nga­nan Covid-19 agar dilaku­kan evaluasi. “Peng­guna­an dana desa yang 8 per­sen untuk penanganan Co­vid-19 itu perlu dievaluasi. Karena dananya sudah terdistribusi ke nagari dan desa,” ungkapnya.

Minuman Tingkatkan Imun

Di satu sisi Pemprov Sumbar melakukan pen­cegahan dan penanganan Covid-19. Di sisi lain, Pem­prov Sumbar juga me­nyiap­kan antisipasi jangka pan­jang.  Mahyeldi menye­butkan, virus corona itu tidak akan pernah hilang. Karena itu perlu daya ta­han tubuh permanen. Ar­tinya, virus corona tetap ada tetapi yang tidak terse­rang yang memiliki imun yang kuat. Sehingga ter­bentuknya herd immunity (kekebalan kelompok). Ter­masuk di dalamnya ma­syarakat yang telah ikut vaksin dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Untuk mewujudkan i­mun yang kuat terhadap virus ini, dapat dimulai dengan mengkonsumsi minuman dengan bahan yang dapat menguatkan imun. Seperti jahe, madu, gula aren dan lainnya.  “Jadi untuk berbagai kegia­tan yang dilaksanakan ke depan, minuman yang di­se­diakan selama ini seperti air putih diganti dengan minuman yang menguat­kan imun. Saya sudah min­ta dinas kesehatan untuk memiliki data apa saja jenis minuman yang memiliki khasiat meningkatkan i­mun,” ujarnya.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional