Menu

Sikapi Virus Covid-19, Komisi IV DPRD Pessel Hearing Bersama Instansi Terkait

  Dibaca : 859 kali
Sikapi Virus Covid-19, Komisi IV DPRD Pessel Hearing Bersama Instansi Terkait
Pimpinan Ketua Komisi IV DPRD Pessel berikan arahan pada kepala dinas terkait.

Komisi IV DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (16/3) menggelar hearing bersama Pemerintah Daerah, Pesisir Selatan. Seperti Dinas Kesehatan, RSUD Dr M Zein Painan, RS Pratama Tapan, RS BKM Sago, dan Pukesmas di Kabupaten Pesisir Selatan.

Komisi IV DPRD Pesisir Selatan bermitra dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, tidak mau tinggal diam, ini untuk bersama-sama melakukan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Pesisir Selatan, Dedi Rahmanto Putra, upaya penangulangan dan pencegahan sengat perlu dilakukan. Mengingat virus corona sudah menjadi masalah nasional bahkan, internasional. “Menyosialisasikan gejala dan langkah – langkah antisipasi penyebaran virus corona,” ujarnya.

Dikatakan Dedi, hearing ini bertujuan untuk melihat kesiapan dinas terkait, seperti Dinkes, Rumah Sakit dan Pukesmas. Serta istansi terkait dalam rangka melakukan penanganan virus corona, baik itu medis, perlengkapan alat, perlengkapan medis itu sendiri. Namun, begitu kita berharap tidak ada korban virus corona di Kabupaten Pesisir Selatan.

Perlu surat edaran dari pemerintah daerah dalam rangka antisipasi virus corona, serta penyediaan alat medis pelu dilengkapi bagi tenaga medis baik yang berada pada RSUD Dr M Zein Painan, RSUD Tapan dan Puskesmas yang ada di Pesisir Selatan.

Kondisi sekarang apakah perlu diliburkan anak sekolah ini harus jadi perhatian dan pemikiran bersama dan jika diliburkan apa standar yang perlu kita perhitungkan. Budaya hidup sehat diwilayah lingkungan kerja dan dirumah perlu disosialisasikan. “Dan untuk rumah sakit dan puskesmas agar membudayakan hidup lebih bersih dan jika perlu merokok agar dihindari kawasan puskesmas karena menganggu kesehatan masyarakat, “ tukas Dedi.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pessel, Feby Rifli, SH menjelaskan, ketika bicara corona hari ini, antisipasi apa yang terjadi di Itali hari ini karena terlambat sikapi corona maka pasien mengedap corona sudah banyak. Dan termasuk bagi masyarakat Painan sekarang ini sedang menunggu informasi tentang penyakit orang yang meninggal.

Anggota Komisi IV DPRD Pessel Darwiadi, SH mengungkapkan, Corona sepertinya banyak orang menganggap berseloroh tetapi terakhir ini postingan ini agak serius sehingga kegiatan – kegiatan yang melibatkan orang banyak dihentikan.

Ia mengatakan, DPRD dengan pemerintah berniat baik kepada masyarakat Pesisir Selatan sepanjang yang disampaikan oleh jajaran dinas kesehatan dan kepada sekretaris daerah dan termasuk wali nagari yang ada sehingga mereka kita lakukan edukasi dengan SOP yang ada.

“Persoalan penyuluhan kedepan harus dilakukan lebih khusus bukan penyuluhan reguler karena virus corona. Harapan kami libatkan camat dan wali nagari sehingga mereka dapat informasi yang berkenaan dengan virus corona,” ucap Darwiadi.

Ia mengatakan bahwa Komisi IV akan sampaikan ke pimpinan DPRD dan pemerintah daerah, bagaimana alat–alat medis ini dilengkapi sehingga petugas tidak menjadi korban. Yuslimardan, A. Md mengatakan bahwa penangganan kesehatan bagi tenaga medis sangat penting karena menyangkut keselamatan tenaga medis dan pasien karena corona ini termasuk penyakit yang menakutkan beda dengan virus-virus lainnya.

Direktur RSUD Dr M Zein Painan, Dr. Sutarman menerangkan, bahwa pihaknya akan melakukan penanganannya akan melaksanakan sesuai SOP. “ Untuk ruang penanganan kita juga telah siapkan,” tukasnya. Namun begitu, yang menentukan pasien tersebut positif corona adalah adalah pihak Labor Kementerian Kesehatan. Sedangkan untuk safety tenaga medisnya Sutarman mengaku telah siap dengan hal itu. “Kita akan siap berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Yuni Andra, S. Km (Sekretaris Dinas Kesehatan) menjelaskan, untuk antisipasi corona sudah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat dan termasuk setiap kecamatan kita sudah lakkan koordinasi semua persiapan sudah kita lakukan termasuk tenaga medis pakai pakaian medis, masker sehingga jika ada kasus tenaga medis kita tidak terwabah corona.

“Jajaran dinas kesehatan sudah berupaya melakukan dan sudah mengeluarkan SK Satgas antisipasi virus corona dan SK itu sudah kita sampaikan ke Puskesmas, untuk isu ada masyarakat kita di Painan indikasi corona sekarang sedang dalam pemeriksaan mudah-mudahan tiga hari kedepan jelas informasinya,” bebernya.

Sementara itu Direktur RSUD Tapan, dr. Upik mengungkapkan, untuk persediaan alat pelindungan diri, pihaknya belum punya pakain astronit bila pasien datang. Sekarang pihaknya hanya pakai masker umum yang masker M. 95 yang kosong Handsclear kami kosong tetapi pakai arternatif lain by clean.

“Pasien kami hadapi kemarin memang jadi perdebatan dimasyarakat karena pelayanan kami memakai pakaian biasa sementara di RSUD Dr. M. Zein Painan sehingga keluarga paisen merasa keberatan. Sementara untuk ruangan di RSUD Tapan belum punya ruangan yang representatif,” ucapnya.

Sedangkan pada rumah sakit BKM, layanan di rumah sakit BKM untuk penindakan bagi pasien kita maksimalkan IGD. Untuk pemeriksaan labor belum ada termasuk masker memang terbatas sama dengan rumah sakit lainnya. Termasuk mengenai baju APD sekarang kami sedang pesan. Rencananya Komisi IV DPRD Pessel akan menggelar rapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan. (rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional