Menu

Sijunjung Ulang Tahun, Warga Demo ke DPRD, “Pak Gubernur, Kami Lapar”

  Dibaca : 744 kali
Sijunjung Ulang Tahun, Warga Demo ke DPRD, “Pak Gubernur, Kami Lapar”
DEMO— Ratusan warga Sijunjung yang bergerak di bidang tambang dan pengolahan hasil hutan berdemo ke Kantor DPRD saat sidang paripurna hari jadi, Selasa (18/2). Mereka menuntut kembali boleh menambang.

SIJUNJUNG, METRO–Bertepatan dengan pelaksanaan paripurna istimewa DPRD Sijunjung pada hari jadi ke-71, ratusan orang dari berbagai nagari menggelar orasi di gedung dewan. Mereka meminta kejelasan terkait tindak lanjut pemberhentian aktivitas tambang emas dan penebangan hutan yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi selama ini, agar diberikan solusi.

Gabungan masyarakat yang menggantungkan perekonomian di bidang penambangan emas ada di tiga kecamatan yaitu, Kupitan, IV Nagari dan Koto VII. Kemudian perwakilan dari masyarakat di tiga kecamatan, Lubuk Tarok, Tanjung Gadang dan Kamang Baru yang selama ini mengandalkan sektor hasil hutan (penebangan kayu).

Masyarakat memadati gerbang masuk gedung DPRD Sijunjung dengan membawa sejumlah atribut dan tulisan yang menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat pascaditutupnya aktivitas ilegal mining dan ilegal logging semenjak beberapa bulan terakhir.

Pada poster tersebut bertuliskan aspirasi dan keluhan masyarakat seperti, “Pak Bupati Kami Lapar” kemudian “Pak Gubernur, Pak Bupati, pak DPRD tolong pikirkan nasib kami”, “Pak Bupati, Kami lapar” serta berbagai macam isi tulisan lainnya. Kegiatan itupun mendapat pengamanan ketat dari polisi, Satpol PP dan pihak lainnya.

Ratusan anggota dari satuan Brimob, Dalmas Polda Sumbar, personel Polres Sijunjung, bantuan personel Polres Sawahlunto dan Dharmasraya diturunkan langsung untuk pengamanan massa di lokasi. Sidang paripurna istimewa HJK Sijunjung pada Selasa (18/2) juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan jajaran serta tamu yang diundang.

Usai menggelar orasi, perwakilan dari masyarakat diajak untuk berunding dan menyampaikan aspirasi di gedung DPRD bersama Wagub, Bupati, Kapolres dan pihak terkait lainnya. Perwakilan masyarakat tambang emas, Kadrimol mengatakan. mayoritas warga di Kecamatan Koto VII menggantungkan ekonomi pada penambangan.

“Kami butuh solusi pak. Ekonomi masyarakat sulit setelah tambang diberhentikan. Kami mohon penjelasan dan solusi untuk itu. Kami tahu kalau itu ilegal dan dilarang secara undang-undang, namun dampaknya masyarakat susah untuk memenuhi kebutuhan hidup karena banyak keluarga yang bergantung hidup disana,” tuturnya.

Masyarakat penambang meminta agar diberikan waktu selama enam bulan agar bisa mengumpulkan modal untuk membuka usaha lain. “Beri kami waktu pak, saat ini lokasi persawahan kami berlubang bekas galian tambang, biarkan kami datarkan kembali sawah kami, setidaknya bisa untuk menyambung perekonomian menjelang beralih ke usaha lain. Kami bisa membudidayakan ikan karamba di sepanjang aliran sungai, namun saat ini terkendala dengan modal,” terangnya.

Perwakilan pengelola hasil hutan mengharapkan pemerintah bisa mempermudah pengurusan izin pemanfaatan kayu (IPK), perda tentang hutan ulayat, dan pengurusan izin lainnya. “Kami saat ini mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makan sehari-hari. Karena banyak orang yang saat ini tidak memiliki penghasilan setelah aktivitas penebangan kayu diberhentikan,” harapnya.

Wagub Sumbar Nasrul Abit mengatakan, untuk memutuskan dan pengambilan kebijakan pihaknya tidak bisa melakukan sendiri, karena persoalan hukum bukanlah kewenangannya. Namun, Wagub menjanjikan akan menggelar pertemuan dengan Fokopimda Provinsi seperti, Kapolda, Gubernur, Danrem, Kajati dan Ketua Pengadilan untuk membahas ini. “Saya minta waktu sampai 29 Februari,” tutur Wagub.

Sedangkan terkait pengurusan perizinan penambangan dan penebangan kayu, Wagub menegaskan akan memfasilitasi. “Silahkan urus izinnya, saya fasilitasi, dan tidak akan dipungut biaya. Paling lambat tanggal 29 kami akan sampaikan keputusan dan sulosinya,” terang NA. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional