Menu

Sijunjung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

  Dibaca : 175 kali
Sijunjung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
BERSIHKAN MATERIAL— Petugas BPBD bersama TNI, Polri dan masyarakat membersihkan material longsor yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO Kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sijunjung dan sekitarnya berdampak sejumlah kecamatan dan nagari dilanda bencana alam seperti tanah longsor, jalan terban dan air sungai meluap. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Sijunjung menetapkan situasi tanggap darurat bencana selama satu bulan ke depan.

Penetapan status tanggap darurat itu berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan ditetapkan oleh Bupati Sijunjung semenjak (10/12) kemarin. Dengan telah ditetapkan status tersebut, seluruh pihak dan instansi terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PUPR dan TNI, Polri berstatus siap siaga dalam penanggulangan bencana yang terjadi.

Kepala BPBD Sijunjung, Hardiwan mengatakan, penetapan itu berdasarkan adanya kejadian bencana dalam beberapa hari terakhir dan mengantisipasi daerah yang dinilai rawan terjadinya bencana alam akibat cuaca ekstrem.

“Ada beberapa titik longsor yang terjadi kemarin yang mengakibatkan akses jalan tertutup, badan jalan amblas, pohon tumbang dan luapan air sungai. Untuk mengantisipasi adanya kejadian susulan maka penetapan status tanggap darurat perlu dilakukan,” tuturnya, pada Kamis (12/12).

Dari hasil pantauan BPBD, ada empat kecamatan yang memiliki titik rawan longsor dan banjir yang cukup banyak. Diantaranya kecamatan Sijunjung, Sumpur Kudus, Lubuk Tarok dan Tanjung Gadang.

“Pada kejadian beberapa hari terakhir tercatat sebanyak 9 titik di Kecamatan Lubuk Tarok dan 14 titik di Tanjung Gadang. Di Sumpur Kudus dan Sijunjung terdapat beberapa titik longsor yang menutup akses jalan. Kejadian tersebut umumnya terjadi semenjak Minggu (8/12) hingga Selasa (10/12),” tuturnya.

Begitu juga dengan Nagari Silokek dan Durian Gadang yang sempat terisolir selama satu hari akibat akses jalan yang terdampak longsor dan banjir.

“Sempat terisolir selama satu hari, disebabkan jalan utama terdampak banjir akibat luapan air sungai Batang Kuantan tepatnya di lokasi Pasir Putih. Kemudian akses jalan lainnya yang menghubungkan Durian Gadang-Manganti dan Durian Gadang Paru juga sempat tertutup akibat longsor, sehingga Silokek dan Durian Gadang tidak bisa diakses,” terangnya.

Selain sempat terisolir, akibat kejadian itu aliran listrik di dua nagari sempat mati akibat adanya tiang listrik PLN yang tumbang, yaitu di Silukah dan di Silokek. Saat ini sudah bisa diakses kembali karena debit air sungai yang sudah mulai surut. Begitu juga disejumlah titik longsor yang lain, kini sudah bisa dilewati.

“Kita upayakan akses utama untuk disegerakan pembersihannya. Hingga kini anggota masih dilapangan, kita kordinasi dengan Dinas PUPR untuk pembersihan material longsor menggunakan alat berat. Karena jumlah alat berat terbatas, maka pembersihan dilakukan secara bertahap dan bergilir,” ujarnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional