Menu

Sigap Tangani Covid-19 dan Bencana Alam

  Dibaca : 210 kali
Sigap Tangani Covid-19 dan Bencana Alam
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur, Nasrul Abit dan Forkopimda rapat koordinasi terkait penanganan Covid-19 dengan bupati walikota se-Sumbar melalui video conference

Sebagai bagian dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar menghadapi dua tanggungjawab berat sekaligus.

Tidak hanya penanganan Covid-19, BPBD Provinsi Sumbar juga bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas pokoknya menanggulangi bencana alam di Provinsi Sumbar. Kedua tanggungjawab yang diamanahkan, berhasil dilaksanakan dengan baik. Semua tidak terlepas dari koordinasi yang baik dengan seluruh pihak.

Pada masa pandemi Covid-19, BPBD Sumbar berperan besar dalam pengadaan logistik kesehatan berupa alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, disinfektan dan logistic lainnya.

“Kami memprioritaskan ketersediaan APD bagi tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan virus. Seluruh bantuan APD sudah tersalurkan ke seluruh rumah sakit rujukan yang ada di Sumbar,” paparnya.

Senin (4/5) sebanyak 60 ribu APD kelas premium didatangkan Pemprov Sumbar melalui BPBD Sumbar dari Shanghai, Tiongkok. Kemudian Selasa (5/5) BPBD Sumbar juga mendatangkan 2.316 unit alat penyemprot dan 46 ribu liter disinfektan.

Berikutnya, Jumat, (8/5) BPBD Sumbar kembali mendatangkan 15 ribu Face Shield dan 7.500 kacamata goggles dari 20 ribu yang dipesan. Setelah itu sebanyak 12.500 juga didatangkan setelahnya. (lihat grafis, red)

Di masa pandemi Covid-19, BPBD Provinsi Sumbar juga dihadapkan pada sejumlah peristiwa bencana seperti banjir, banjir bandang dan longsor. Seperti banjir di Kabupaten Agam baru-baru ini, banjir Kabupaten Pasaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai. BPBD ikut terlibat dalam pencarian orang hilang di perairan Kota Padang dan Kabupaten Pessel dan sejumlah peristiwa alam lainnya.

Meski masih terfokus dan berperan penting dalam penanganan Covid-19, terutama dalam pengadaan logistik, penanganan bencana alam yang menjadi tugas pokok tidak dikesampingkan oleh BPBD Provinsi Sumbar.

“Dalam bencana alam, seperti di Kabupaten Agam beberapa waktu lalu, BPBD menerjunkan personel ke lokasi untuk proses evakuasi dan penanganan bencana,” ujar Kepala Palaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar Erman Rahman.

Tidak hanya itu, dalam penanganan bencana alam yang terjadi di masa pandemi, pihaknya juga menjalin koordinasi lintas sektor, seperti berkoordina
si dengan petugas BPBD kabupaten kota dan Dinas PUPR Sumbar untuk menerjunkan alat berat mengevakuasi material longsor.

Bahkan pada banjir di Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Mei lalu yang merendam rumah ratusan Kepala Keluarga (KK), BPBD Sumbar juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat.

“Saat itu wabah corona juga sedang merebak di Provinsi Sumbar. Banjir Mentawai membuat ratusan KK mengungsi dan BPBD menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, BPBD Provinsi Sumbar pada Maret lalu juga telah melakukan simulasi tanggap darurat penanganan bencana menghadapi gempa megathtrust. Dalam simulasi itu, helikopter bantuan BNPB bakal difungsikan dalam menghadapi bencana tersebut.

Kinerja BPBD Sumbar itu mendapat apresiasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Bahkan apresiasi itu juga datang dari Kejaksaan Tinggi Sumbar, BPKP selaku pemberi pengawasan dalam setiap pengadaan logistik yang dilakukan BPBD Sumbar. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional