Menu

Sidang Miras Oplosan, Eksepsi Cece Damarus Ditolak Hakim

  Dibaca : 66 kali
Sidang Miras Oplosan, Eksepsi Cece Damarus Ditolak Hakim
Ilustrasi

PADANG, METRO – Sidang lanjutan kasus penjualan minuman keras (miras) oplosan, yang menjerat Tjendrawati Sio (51) yang dikenal Cece Damarus, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Rabu (9/10). Dalam sidang tersebut, Majelis Hakim menolak nota keberatan terhadap dakwaan penuntut umum (eksepsi), yang diajukan tim Penasihat Hukum (PH) terdakwa pada persidangan sebelumnya.

“Menolak semua eksepsi PH terdakwa sekaligus memerintah kepada penuntut umum menghadirkan saksi,” kata hakim ketua sidang, Suratni beranggotakan, Sihol Boang Manalu dan Ade Zulfiana Sari, saat membacakan amar putusan selanya.

Terhadap putusan sela tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi belum dapat menghadirkan saksi dan meminta waktu kepada hakim agar bisa menghadirkan saksi sesuai dengan permintaan hakim. “ Kami minta waktu satu minggu majelis,” ujar JPU Dewi cs.

Usai mendengarkan putusan hakim yang menolak eksepsi, Cece Damarus didampingi PH nya, Devi Diany bersama tim, langsung meninggalkan ruang sidang.

Sebelumnya, toko minuman 4F Damarus di Jalan Niaga, No. 183, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, digrebek oleh Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar diduga menjual minuman beralkohol atau minuman keras oplosan tanpa izin edar, Selasa (21/5) lalu. Disinyalir, kegiatan pengoplosan minuman beralkohol itu dilakukan sejak lama.

Saat penggerebekan, polisi menyita berbagai merek minuman beralkohol sebanyak 130 botol yang tidak ada izin untuk dijual (ilegal), 70 botol minuman berlalkohol yang kosong, satu bungkus minuman oplosan beralkohol, 4 pak plastik bening cap singa lait, 4 pak plastik hitam, dan 5 pak sedotan merek plastisindo.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap modus operandi yang dijalankan pelaku untuk mengoplos minuman keras dengan cara membuka kemasan akhir minuman beralkohol, kemudian mencampurkan dengan minuman jenis lain tanpa takaran yang jelas dan tanpa ada keahlian.

Setelah itu, minuman yang telah dicampur-campur berbagai merek itu kemudian dikemas ulang menggunakan plastik bening untuk diperdagangkan kembali. Penjualan miras yang sudah dicampur-campur seperti itu biasa dikenal dengan sebutan miras paket yang dijual dengan harga yang beragam, mulai dari puluhan ribu rupiah. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional