Menu

Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Hadirkan Anak Terdakwa jadi Saksi

  Dibaca : 226 kali
Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Mulyadi, Hadirkan Anak Terdakwa jadi Saksi
SAKSI—Para saksi kasus pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi, sebelum memberikan keterangan, saksi disumpah di bawah Al-Quran.

PADANG, METRO
Sidang kasus dugaan pencemaraan nama baik, anggota DPR RI asal Sumbar Mulyadi yang menjerat tiga terdakwa sekaligus ini yakninya Robby Putra Eryus, Rozi Hendra, Eri Syofiar (berkas terpisah), kembali digelar di PN Kelas 1 A Padang, Senin (5/10). Dalam sidang tersebut, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumbar, Hery Suroto,Tommy, Dhani Alfarid,Rio Purnama dan tim, menghadirkan empat orang saksi, para saksi diperiksa secara bergantian, untuk diminta keterangannya.

Menurut keterangan saksi  Johandri mengatakan, sewaktu dirinya pergi ke kampung halaman, yaitu di Lubuk Basung, ia bertemu terdakwa Eri Syofiar. “Saya dapat foto itu dari teman saya dan tidak tahu apa maksudnya, selain itu tidak ada percakapan diantara kita, cuma mengirim foto,” ujar Johandri.

Disebutkannya, foto yang dikirimnya adalah, foto Ir Mulyadi bersama dengan perempuan. Saksi lainnya, yakni Eka Susila menuturkan, secara pribadi tidak mengenal dengan Mulyadi. “Secara emosional tidak ada hubungan dengan Ir. Mulyadi, yang saya tahu dia adalah anggota DPR RI,” kata Eka.

Sedangkan saksi Refli Irwandi mengaku, dirinya melihat postingan, yang kurang mengenakan di  akun facebook Mar Yanto.  “Setelah saya melihat itu, itu adalah pencemaran nama baik, karena ada kata-kata yang tidak pantas. Pasalnya, kami selaku masyarakat, merasakan sekali kerja dari Ir.Mulyadi, mulai dari masuknya listrik dan bedah rumah. Melihat hal tersebut, saya melaporkannya kepada polisi,”ucap Refli. Ia menyebutkan, foto wanita yang bersama dengan Ir . Mulyadi itu adalah istrinya. “Saya tahu karena staf Ir.Mulyadi yang memberi tahu,” kata Refli.

Sementara saksi Usfa Rahma mengaku, dirinya adalah anak dari terdakwa Eri Syofiar. Sebelum memberikan keterangannya, saksi Usfa Rahma ingin mundur menjadi saksi. Tim Penasehat (PH) dari ketiga terdakwa menolaknya. Sedangkan, tim JPU beresikukuh dia harus sebagai saksi dan memberikan keterangan. Menanggapi hal tersebut, sidang yang diketuai Leba Max Nandoko, agar saksi tetap memberikan keterangannya namun tidak disumpah.  Pada akhirnya saksi pun memberikan keterangannya. “Awalnya ayah (terdakwa) meminta saya untuk membuat akun facebook, tapi atas nama Mar Yanto dan saya tidak tahu apa maksudnya, apalagi melihat isinya. Saya membuat akun facebook dengan komputer,” kata Usfa.

Usai memberikan keterangan para saksi meninggalkan ruang sidang dan sidang diundur, 9 Oktober 2020. Dalam sidang tersebut, persidangan dilakukan secara firtual. Dimana terdakwa, tidak berada di dalam ruang sidang namun berada di Polres Agam.   Dalam dakwaan JPU dijelaskan,  tanggal 12 Februari 2020 lalu ketiga terdakwa. Berada di dalam mobil dinas Bupati Agam dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan yang dapat mengakses informasi secara elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan, pencemaran nama baik, berupa akun facebook Mar Yanto. Dimana mengirimkan foto Ir. Mulyadi bersama perempuan.

Saat itu, terdakwa Robby Putra Eryus merupakan ajudan Bupati Agam, Indra Catri, menerima kiriman aplikasi whatsAap dari saksi, berupa empat buah foto. Di mana di dalam foto itu terdakwa Ir Mulyadi bersama perempuan. Selanjutnya, Indra Catri mengirimkan pesan melalui aplikasi whatsapp, dengan kata-kata, yang dinilai kurang enak didengar. Namun kata-kata tersebut ditujukan ke Mulyadi. Kemudian Indra Catri kembali mengirimkan kata-kata yang berbunyi, sudah tu kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dia sudah tahu juga orang. Lalu terdakwa Robby mengirim dua foto Ir Mulyadi bersama perempuan kepada dua terdakwa lainnya dalam berkas terpisah.

Lalu terdakwa Eri Syofiar, membalas pesan tersebut, dengan kata-kata, yang berbunyi kata bapak jangan dibagi dulu, biar jelas dia calon gubernur dan lagi-lagi oleh terdakwa Robby Putra Eryus mengiyakannya. Keesokan harinya, terdakwa Eri Syofyar, mengirimkan hal tersebut kepada terdakwaRozi Hendra.(cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional