Menu

Sidang Kasus Pembunuhan Adek Firdaus, Majelis Hakim Tolak Eksepsi PH Terdakwa

  Dibaca : 211 kali
Sidang Kasus Pembunuhan Adek Firdaus, Majelis Hakim Tolak Eksepsi PH Terdakwa
TERDAKWA— Dua dari satu terdakwa pembunuhan (rompi), tampak melambaikan tangan kepada keluarganya sebelum menuju sel Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, Rabu (15/7). 

PADANG, METRO
Eksepsi dua terdakwa Efendi Putra (31) dan Eko Sulistiyono (29) yang disangka melakukan pembunuhan terhadap Adek Firdaus (korban) ditolak  oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A. Kedua terdakwa  yang juga merupakan petugas securiti Pelindo Teluk Bayur.

“Menolak eksepsi dari PH terdakwa, memerintahkan kepada majelis hakim agar menghadirkan saksi-saksi kepersidangan,” kata hakim ketua Leba Max Nandoko beranggotakan Agnes Sinaga dan Yose Ana Rosalinda, saat membacakan amar putusan sela, Rabu (15/7).

Dalam hal ini majelis hakim perpendapat, eksepsi dari PH terdakwa tidak dapat diterima. Terhadap putusan sela tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, mengaku belum siap menghadirkan saksi. “Minta waktu satu kepada majelis untuk menghadirkan saksi, karena hari ini belum dipanggil,” ujar JPU Irna.

Menanggapi hal tersebut, majelis hakim memberikan waktu satu minggu. “Sidang kembali kita lanjutkan, pada tanggal 23 Juli mendatang, dengan agenda saksi,” ujar majelis hakim.

Pantauan koran ini usai sidang, kedua terdakwa ke luar dari ruang Tirta PN Kelas I A Padang, dengan didampingi kuasa hukumnya, yakninya Julaiddin, Sonny Dali Rakhmat, dan Medi Afrizal. Dalam sidang tersebut, tampak polisi berjaga menjaga di ruang sidang. Tak hanya itu, rekan-rekan dari terdakwa, tampak melihat proses perjalanan sidang.

Sebelum menuju ke ruang sel PN Kelas I A Padang, istri dan anak terdakwa, tampak menunggu di luar ruang sidang. Kedua terdakwa tampak memeluk keluarganya masing-masing.
Usai melepas kerinduan, keduanya digiring polisi dan menuju sel PN Kelas I A Padang.

Dalam dakwaan dijelaskan, pada 1 Januari 2020 bertempat di dermaga beton umum, Pelabuhan Teluk Bayur. Terdakwa Efendi bersama  Eko, yang merupakan security  di area beton umum Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, melakukan patroli dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah melakukan patroli, terdakwa Efendi berhenti  dan turun dari sepeda motor menuju  ke dermaga umum, sedangkan terdakwa Eko melanjutkan patroli sendiri dengan berjalan kaki dan menuju ke dermaga VII, serta duduk di pos jaga.

Tak lama kemudian, terdakwa Eko melihat Adek Firdaus (korban) masuk ke dermaga VII. Melihat hal itu, terdakwa Eko menghampiri korban dan menegurnya, karena area tersebut dilarang untuk dimasuki. Saat itu, korban beralasan masuk ke area tersebut untuk memancing.

JPU menyebutkan, pada waktu korban ke luar dari area, ternyata korban malah masuk ke mes PT. CSK. Namun keberadaan korban diketahui oleh terdakwa  Eko, dan terdakwa pun kembali menyuruh korban untuk ke luar dari mes. Terdakwa Eko meminta bantuan berupa isyarat, kepada terdakwa Efendi.

Disaat untuk meninggalkan kawasan tersebut, korban marah dan berkata kasar, kepada kedua terdakwa. Terdakwa Eko menarik lengan jaket korban, dan korban pun melawan, sehingga terjadi pemukulan dan perkelahian. Namun pada saat itu, terdakwa Eko yang saat itu, memegang tongkat, sempat terjatuh ke lantai pada waktu perkelahian.

Kemudian tanpa disadari, ternyata korban memegang pisau, dan terdakwa Efendi melihat hal tersebut. Pada saat itu lagi-lagi perkelahian kembali terjadi, namun kali ini terdakwa Efendi membantu terdakwa Eko hingga pisau yang dipegang korban jatuh. Tanpa disadari, korban memiliki golok yang disimpan di dalam jaketnya dan korban kembali menyerang terdakwa Efendi.

Perkelahian tersebut membuat korban mengeluarkan darah, karena terdakwa Efendi berhasil mengambil pisau milik korban yang terjatuh dan menusukkan ke paha sebanyak satu kali dan ke arah dada korban juga satu kali, hingga korban tertelungkup. Akibatnya korban meninggal dunia.

Atas perbuatan tersebut, JPU menjerat terdakwa Eko dengan pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, Pasal 351 ayat (1) KUHP. Sedangkan terdakwa Efendi dijerat pasal 338 jo 55 ayat 1 ke (1), pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP dan pasal 351 ayat (3) KUHP.  (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional