Menu

Sidang  Dugaan Suap Jembatan dan Masjid Solsel, Bupati Non Aktif Solok Selatan Jadi Saksi

  Dibaca : 682 kali
Sidang  Dugaan Suap Jembatan dan Masjid Solsel, Bupati Non Aktif Solok Selatan Jadi Saksi
Terdakwa Yamin Kahar menjalani sidang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang pada Pengadilan Negeri Padang.

PADANG, METRO
Sidang lanjutan dugaan suap yang menjerat  bos PT. Dempo Group MYK kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Rabu (27/5). Kali ini, Bupati non aktif Solok Selatan yakninya Muzni Zakaria menjadi saksi sekaligus juga terdakwa memberikan  keterangan melalui vidio teleconference.

Dari keterangannya tahun 2018, dirinya mendatangai rumah terdakwa Yamin Kahar, guna menawarkan pekerjaan proyek Masjid Agung di Solok Selatan dan jembatan, terdakwa pun menerima pekerjaan tersebut.

“Waktu itu saya mengatakan, kepada terdakwa, kalau bersedia silahkan hubungi kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Solok Selatan yang bernama Hanif,” katanya.

Ditambahkannya, untuk pembagunan Masjid Agung Solok Selatan, berasal dari APBD dengan pagu anggaran Rp 5 miliar dan jembatan juga berasala APBD yang pagu anggarannya Rp14 miliar. “Saya kenal dengan terdakwa sudah lama, maka saya percaya dengan terdakwa. Namun demikian saya tidak tahu, perusahan milik terdakwa itu bergerak dibidang apa,”tambahannya.

Dijelaskannya, selama proyek pengerjaan berjalan, dirinya tidak pernah memintah fie, kepada terdakwa. “Yang ada saya meminjam uang kepada terdakwa sebesar, Rp3,2 miliar.

Dimana uang tersebut dipinjam secara bertahap, pertama Rp 2 miliar, untuk membeli rumah di Jakarta dengan jaminan sertifikat, waktu itu dinotaris. Kemudian Rp 1 miliar lagi, tidak pakai jaminan, jadi uang itu tidak ada hubungan dengan proyek,”ucapnya.

Dijelaskannya, terdakwa MYK juga menyumbangkan karpet untuk masjid, dengan  besaran angka Rp50 juta. Namun pada saat majelis hakim menanyakan, apakah pinjaman itu, pernah dibayarkan kepada terdakwa, saksi pun  mengaku tidak pernah sekali pun.

Dalam persidangan tersebut, Bupati non aktif tampak terdiam, saat majelis hakim menanyakan kepada saksi. “Saksi istilah pinjaman itu, minta fie dari proyek itu, atau benar-benar meminjam, karena saksi sebelumnya mengatakan, kalau bupati menyuruh mintak uang kepada kepala dinas, judulnya pinjaman juga,”tegas ketua majelis hakim Yose Rizal beranggotakan M.Takdir dan Zaleka.

Mendengarkan hal tersebut, saksi pun langsung terdiam. Dihadapan majelis hakim, bupati non aktif yang menjabat selama dua priode ini mengaku, hingga kini proyek pengerjaan tersebut belum rampung seratus persen. “Kalau per sentase proyek pengerjaan jembatan itu 83 persen, dan masjid 22 persen. Pada intinya dua proyek itu belum selesai sepenuhnya, karena putus kontrak,” ujarnya.

Selain memeriksa bupati non aktif, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga memeriksa saksi lainnya.  Para saksi yang diperiksa yaitu Endri Yani (42) selaku asisten rumah tangga, Riri Vison (31) selaku kasubag protokoler Kabupaten Solok Selatan, Milzan (41) supir Bupati Solok Selatan, Suriati (55) Ketua PKK Solok Selatan.

Dari pantauan awak media terlihat, terdakwa menjalani sidang didampingi Penasihat Hukum (PH) terdakwa yakninya Wilson Saputa, Meri Anggraini dan tim. Selain itu, jaksa KPK pun yakitu Rickhy BM bersama tim, juga memperlihatkan barang bukti kepada majelis hakim. Tak hanya itu, istri terdakwa pun turut hadir dalam persidangan tersebut.

Pada berita sebelumnya disebutkan, kasus suap yang menjerat Bupati Solok Selatan dalam rangka pembangunan masjid agung  dan pembangunan jembatan ambayan, pada tahun 2018, di Kabupaten Solok Selatan.

Saat itu, Bupati Solok Selatan memberikan kesempatan kepada terdakwa M.Yamin Kahar, untuk mengerjakannya sesuai dengan proses lelang. Bupati memerintahkan anak buahnya, agar proyek tersebut dikerjakan oleh terdakwa, namun terdakwa tidak mengerjakan proyek tersebut, bahkan diberikan kepada orang lain. Terdakwa pun memberikan hadiah kepada bupati. Sehingganya bupati harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional